Wednesday , December 13 2017
Home / Uncategorized / Ada Kereta Kuno di Taman Mini

Ada Kereta Kuno di Taman Mini

Kereta Api Luar Biasa
Kereta Api Luar Biasa

Majalah Ka, …Orang bilang, kalau ingin keliling Indonesia, ke Taman Mini lndonesia Indah (TMII) saja. Kereta kuno dan bersejarah juga ada di sini.

Ting… ting…ting… jes…jes., Tiga rangkaian kereta api mini yang rajin mengantar pengunjung keliling TMII, melintas di depan kawasan Museum Transportasi. Koleksi museum yang berada di antara museum keprajuritan dan Desa Wisata ini berupa alat-alat transportasi darat, laut dan udara.

Lepas dari loket, dengan tiket Rp2.000.- kita langsung di sambut sebuah pesawat DC 9 PK dan satu rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB). Dalam sejarah perjuangan R1 melawan kolonial Belanda, peran KLB ini sungguh luar biasa. KLB telah berjasa menyelamatkan Presiden Soekarno, Wapres Moh. Hatta, dan jajaran kabinet, hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta pada 3 Januari 1946.

Tiga dari delapan KLB berada di museum ini, yaitu: Kereta Presiden RI 1 (IL.8), Kereta Wapres R1 2 (11-.7), dan kereta makan (FL8001).

Di sebelahnya, ada Kereta Perjuangan (hidup atau mati) yang digunakan untuk pengiriman logistik atau bala bantuan kemedan perang. Di masing-masing sisinya masih dapat dibaca tulisan berwama putih : Merdeka atau mati.

Melongok bagian kiri perlintasan, terlihat replica stasiun Kemidjen. Stasiun pertama yang dibangun di Indonesia pada 1864 oleh perusahaan swasta Belanda. Replika stasiun ini begitu mengantarkan kita pada bayangan stasiun masa lampau. Dengan rangkaian kursi besi di ruang tunggu stasiun, loket tempat membeli tiket papan tulis putih berjudul pengoemoeman, juga beberapa perlengkapan kereta di dalam bangunan stasiun.

25 Loko Uap

Scbuah lahan di belakang stasiun dipenuhi loko-loko uap berwarna hitam legam. Ada bangunan kecil bercat hitam bertulis: ANNO 1873, VVILLEM 1 (AMBARAWA) 574.00M. Stasiun VVillem I, kini dikenal dengan nama Stasiun Ambarawa. Stasiun ini, sekarang menjadi kawasan wisata bersama kereta uap Railway Mountain Tour dan lintasan rel bergerigi, Ambarawa-8edono, Jawa Tengah. “Totalnya, kami memiliki 1329 koleksi yang berupa barang aslinya, miniatur, replika, maupun reproduksi. Kami juga memiliki koleksi 25 buah loko uap generasi pertama yang berasal dari Jerman dan Inggris buatan 1880,” ungkap Drs. L. Wadijo, Kepala Museum Transportasi TMII.

Agustus 2006 I majalah ka

Di gedung utama museum tersimpan beberapa diorama sejarah pekeretapian. Mulai gambaran suasana pembangunan jalan KA pertama pada 1864 di Kemidjen hingga masa perjuangan. Selain diorama. Terdapat  juga peralatan kereta kuno, seperti peralatan sinyal 21 ganda, atau lori genjot dan lori dayung.

Menurut Wadijo, museum yang berdiri 28 April 1991 ini, ide awalnya adalah Museum Kereta Api.Namun atas dasar kesepakatan berbagai pihak akhirnya diputuskan menjadi Museum Transportasi.

Edy Sutaryo yang datang bersama istri dan dua anaknya, mengaku bersyukur dirinya masih dapat melihat  kereta api generasi pertama Indonesia, dan menyaksikan gambaran sejarah perkeretaapian. “Jangan ngaku maniak kereta deh, kolo belum masuk museum transportasi,” ujar Edy.

Wanto, yang juga penghobi kereta api, begitu semangat saat diajak bicara tentang kereta. “Tujuan utama saya ke Taman Mini, ya, kepengin ngeliat kereta api di sini. Apalagi keponakan saya ini, Rizki yang masih tujuh tahun suka kereta,” ungkap karyawan swasta asal Depok. la mengaku, saking hobinya, beserca istri dan dua keponakannya, hampir setiap tiga bulan sekali mengunjungi museum seluas 6.25 hektar ini.

Selain menghadirkan alat transportasi kuno, disini pengunjung bisa menikmati kereta kuno, yang sebagian dari kayu. Kereta jalan keliling museum dan melewati Terowongan Idjo yang bersejarah. • M.YANUARKA

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

 

TMII, Kereta Api Luar Biasa, Kereta Kuno, Museum Transportasi

About Redaksi MKA

Check Also

Awas! Hati Hati Hp Anda

Majalah Ka, Edy Sobari, wajahnya tampak kuyu sepulang dari Manggarai, Jakarta. “Hp saya kecopetan lagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *