Thursday , December 14 2017
Home / Hot News / Anjlokan KA Masih Tinggi

Anjlokan KA Masih Tinggi

Anjlokan
Roundtable Discussion “Peningkatan Keselamatan Transportasi KA Menuju Zero Accident” di Gedung Balitbang Kemenhub (8/3)

Kecelakaan kereta api di Indonesia tergolong masih tinggi dibandingkan negara lain. Selama kurun waktu 2006-2010, anjlokan masih menempati urutan tertinggi dalam tren kecelakaan sebesar 59%, disusul tabrakan KA dengan Kendaraan umum (19%), lain-lain (8 %), terguling (6 %), longsor (5%), dan tabrakan KA dengan KA (3%).

                Drs. Sabunga H Hutapea, M.Kom, Peneliti Madya Balitbang Kementerian Perhubungan dalam makalahnya pada  Roundtable Discussion “Peningkatan Keselamatan Transportasi KA Menuju Zero Accident” di Gedung Balitbang Kemenhub (8/3) memaparkan, meskipun tabrakan KA dengan KA hanya 3%, namun akibat dari kecelakaan tersebut sangat fatal. Demikian pula dengan tabrakan KA dengan kendaraan umum di perlintasan sebidang juga masih cukup tinggi.

                Selain menimbulkan korban jiwa, secara materi PT KAI (Persero) juga dirugikan. Seperti peristiwa tabrakan antara KA Kaligung dengan Truk pengangkut botol air minum di Batang sebulan lalu, selain sarana keretanya juga rusak dan terhempas keluar jalur, jalan relnya pun ikut rusak. Akibatnya perjalanan KA harus dialihkan jalur lain hingga evakuasi selesai dan jalur yang rusak pulih kembali.

                Berdasar data dari KNKT (Komite Nasional Kecelakaan Transportasi), faktor penyebab kecelakaan KA yang diinvestigasi oleh KNKT selama kurun 2007-2011 yaitu Sarana (34%), Prasarana (32%), SDM (17%), Operasional (10%) dan Eksternal (7%). Selama kurun waktu tersebut, dari 41 kecelakaan yang diinvestigasi oleh KNKT, 26 kecelakaan anjlokan/terguling, 12 kecelakaan tumburan antar KA dan 3 lain-lain; dengan korban meninggal 69 orang dan luka-luka 518 orang. Berdasar prosentase jumlah kecelakaan KA yang diinvestigasi KNKT, 64% karena anjlokan/terguling, 29% tumburan antar KA dan 7% lain-lain.

                “Dari 41 kecelakaan KA, KNKT telah mengeluarkan 150 rekomendasi, dengan perincian 26 rekomendasi ditujukan kepada Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan 124 rekomendasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero),” jelas Untung, anggota KNKT dalam paparannya di Roundtable Discussion tersebut.

                Direktorat Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dalam program strategis di tahun 2012 telah menyiapkan langkah-langkah terkait upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian sesuai program “Roadmap to Zero Accident”. Antara lain: pilot project peralatan pengamanan perjalanan KA otomatis (ATP/Automatic  Train Protection), penggunaan simulator dalam pengujian dan sertifikasi SDM Perkeretaapian (Masinis dan PPKA), penyegaran dan sosiali sasi keselamatan  bagi SDM Operator maupun Regulator dan penyidikan terhadap pelanggaran hukum di bidang perkeretaapian.

                “Hasil diskusi ini akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan program dan rencana aksi yang akan kita susun. Yang mencakup manajemen keselamatan, prasarana yang berkeselamatan, sarana yang berkeselamatan, pengguna jasa dan SDM Transportasi yang berkeselamatan dan penanganan pasca kecelakaan,” jelas Kepala Balitbang Kemenhub, Denny Siahaan.

AMAD SUDARSIH

About Redaksi MKA

Check Also

Lama Dinanti, Akhirnya KRL Jakarta Kota – Tanjungpriok Beroperasi

Lintas Jakarta Kota-Tanjungpriok sejak tahun 2007 sudah diwacanakan untuk beroperasi. Saat itu, bahkan telah diawali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *