Saturday , September 23 2017
Home / Uncategorized / Awas! Hati Hati Hp Anda

Awas! Hati Hati Hp Anda

Hati-hati Pencopetan
Hati-hati Pencopetan

Majalah Ka, Edy Sobari, wajahnya tampak kuyu sepulang dari Manggarai, Jakarta. “Hp saya kecopetan lagi di kereta,” tutur pria asal Brebes ini perlahan. la sedih karena handphone (Hp) itu baru saja dibeli empat bulan lalu. Hp sebelumnya juga raib di Kereta Rel Listrik (KRL). Teman-teman sekantornya cuma bisa menghibur. “Makanya hati-hati naik KRL”.

Hilang Hp, uang, perhiasan, dompet, malah juga tas, sangat sering terjadi di KRL. Mimik sedih ibu-ibu atau tangis histeris mahasiswi yang jadi korban tak menggoreskan sedikitpun rasa iba pencopet. Kawanan ini tetap saja beraksi. Bisa dipastikan bila anda lengah, akan bernasip seperti Bari.

Modus Operandi

Pencopet ini tampil layaknya penumpang. Bergaya mahasiswa dengan celana jeans, atasan kemeja dan tas di depan. Bahkan ada yang bergaya eksekutif. Sehari bisa tiga kali ganti baju. Sernentara sang bos duduk di ujung-ujung stasiun menunggu setoran. Menurut sumber yang sangat dekat dengan gerombolan pencopet, mereka bekerja kelompok dan menyebar. Satu kelompok terdiri dari 4-5 orang. Seorang bertugas mengambil barang di dalam tas atau saku korban. Setelah dapat, barang dioper ke teman yang ada didekatnya. Begitu seterusnya, hingga barang sampai ke teman yang berada di belakang.

Ada juga sekelornpok pencopet yang memepet korban dari belakang, depan, kiri, dan kanan sehingga korban tidak dapat bergerak. Ayu (21) salah satunya. Pegawai administrasi yang baru satu minggu di Jakarta ini, hampir saja kehilangan satu juta rupiah, ketika naik KRL jurusan Depok-Kota, pagi hari jam delapan.”Untungnya ada teman saya yang kenal sama si copet,” ujar Ayu.

Ketika KRL datang, berduyun-duyun penumpang berebut masuk kereta. Disitulah si copet memepet korban dan beraksi. Begitu KRL berjalan ia loncat turun dengan hasil jarahannya.

Modus lain, mereka berpura-pura berkelahi di dalam kereta. Sehingga perhatian penumpang tertuju pada kejadian itu. Tapi diam-diam kawanan lain beraksi. “Itu adalah salah satu trik kawanan copet mengalihkan perhatian.” ujar Yudi, salah seorang petugas keamanan di kereta api. Ada juga yang menyamar sebagai tukang sapu kereta, jika tidak diberi diam-diam meraba celana dan tas penumpang.

Keamanan

Dalam sebulan lebih dari 50  kasus pencopetan terjadi. Namun yang berhasil ditindak kurang dari 10. “Masalahnya ketika si copet ketangkep gak ada bukti” JelasYudi Hidayat (30) keamanan Stasiun Manggarai.

Pernah satu kejadian, ibu-ibu kehilangan dompetnya dan melaporkan ke petugas. Karena tak puas, si ibu yang memiliki keluarga polisi, kemudian melapor. Esoknya dilakukan penyisiran dan berhasil dibekuk 12 pencopet. Dalam seminggu dilakukan penjagaan ketat di Stasiun Manggarai dan aman. Tapi, besoknya kembali lagi gerombolan pencopet beraksi.

Sebagai petugas. Yudi, tak henti-henti mengingatkan agar penumpang tidak berebut naik kereta. Masih ada kereta selanjutnya. Tapi penumpang ingin cepat sampai rumah. •DIAN PUJAYANTI

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

About Redaksi MKA

Check Also

Museum Ambarawa: Naik Kereta Rel Bergerigi

Majalah Ka, Sepanjang perjalanan, selain nuansa berkereta kuno, anda dapat sepuasnya menikmati pemandangan pegunungan yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *