Home / Hot News / Benarkah PT KA Mau Berubah dan Berbenah?

Benarkah PT KA Mau Berubah dan Berbenah?

Majalah Kereta Api– Di tengah persoalan keterlambatan kereta, kecoa, don kenyamanan di kereta yong tak kunjung usai, adakah PT KA sebagai operator tunggal kereta api siap berubah dan berbenah ?

Beberapa penumpang yang mengaku sering naik KA masih pesimis bila kondisi KA bisa berubah dalam waktu singkat._Wahyu, misalnya. Pengusaha yang sering naik KA Argo Anggrek ini bercerita, dua bulan lalu dia sms tentang adanya kecoa, toilet pesing, dan pintu ocomatis yang berisik. Kemarin, ia naik di KA Anggrek kondisinya tidak berubah. “Masih ada kecoa, toilet masih pesing dan minim air. Pintunya malah tambah berisik. Masih tak nyaman” ujarya.

Begitu pun Hj. Maryam (68) penumpang yang sedang menunggu KA Bima bersama cucu dan dua anaknya mengaku, ia belum melihat ada perubahan nyata. “Rasanya dari dulu sama saja deh.” papar karyawan swasta yang tiap bulan naik KA.”Ya,mestinya sejak dulu kalau mau berubah. Kenapa baru sekarang?” tanya Doni (35) tak yakin.

Menurut Ketua Masyarakat Pecinta Kereta Api (Maska), Moch. S. Hendrovajono, PT KA sedang berupaya ke arah perubahan. Sayang belum ada duitnya. Dana PSO (Public Service Oblication), dana subsidi pemerintah karena KA wajib menjalankan kereta ekonomi, tidak sepenuhnya diterima.Akibatnya dilakukan KA (saat ini) itu sudah kerja keras, tapi kemundurannya juga ccpat,” jelasnya.

Buruknya pelayanan KA, kata Hendro. karena biaya perawatan dan pembiayaan itu minim. Pemerintah tidak bisa ngasih duit, karena menganggap KA bukan primadona. Padahal KA tidak bisa tumbuh hanya dengan kekuatan sendiri.Sementara pemerintah tak punya uang untuk mengembangkan KA.

Gerakan Perubahan

Jika ada sms yang menyebutkan prama-prami tidak ramah, keesokan harinya langsung dipanggil.
Jika ada sms yang menyebutkan prama-prami tidak ramah, keesokan harinya langsung dipanggil.

Meski dengan dana mepet, diam-diam sebuah gerakan perubahan, sedang terjadi di jajaran PT KA saat ini. Tengokkah stasiun Gambir, Jakarta. Di walayah Daop I ini, sejak 3 bulan ini sibuk berbenah. Bau cat ada di-mana-mana di tengah harumnya bunga dan taman. Para penjual yang kumuh ditertibkan. Sekarang malah ada pengamanan berlapis. Sejak dari parkir, loket sampai di peron dijaga petugas berseragam dan juga berpakaian preman. Mereka tidak hanya menjaga tapi juga punya tugas tambahan. membantu penumpang agar mudah sampai di kereta yang dituju.

Cat juga mewarnai Stasiun Jakarta Kota dan beberapa stasiun di Jabotabek.”Seluruh bangunan stasiun kami cat baru, juga akan diatur pedagang dan orang-orang jangan terkesan semrawut. Stasiun harus bisa menjadi wilayah yang bersih dan berbudaya,” ujar Judarso Widyono, KDO I Jakarta.

Stasiun Tawang di wilayah Daop 4 Semarang, juga berbenah. Pedagang yang semrawut juga ditertibkan. “Saya ingin menjadikan stasiun Tawang sebagai stasiun yang rapi, indah dan berbudaya ujar Rono Pradipto, KDO 4 Semarang.

Hal serupa dilakukan daop-daop kain. Di Surabaya,Yusren Kasiop Daop 8 Surabaya meminta konsultan untuk menata stasiun Pasar Turi dan Gubeng.”Membenahi kereta api, tidak hanya fisiknya, tapi menyeluruh. Termasuk wajah susiun. Karena di sinilah orang pertama kali berhubungan sebelum naik kereta.” ujar Yusren.

Tapi, persoalan kereta bukan melulu stasiun. Di kereta api eksekutif misalnya, ribuan sms mengecam lambannya perbaikan yang dilakukan PT KA. Baik soal ketepatan waktu, banyaknya kecoa, toilet yang bau dan minus air, pintu otomatis yang selalu terbuka dan berisik, masuknya pedagang asongan, ac yang panas atau dingin sekali, suara teve yang naik turun bahkan tak terdengar karena bersaing dengan suara berisik kereta. Masih ditambah petugas yang tidak ramah  dan penjualan makanan dan minuman yang dilakukan dengan cara menjebak seperti di bus kota.

“Tapi bukan berarti PT KA diam,” ujar sumber Majalah “ka” di Daop I Jakarta. Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan terhadap keluhan dan kritikan dari penumpang lewat sms adalah pembinaan. “Mereka harus diingatkan, kalau cara berpikir dan berperilaku mereka tidak segera diubah, akan merugikan bisnis mereka dan citra PT KA,” ujarya.

Diam-diam, masih menurut sumber yang sama, dalam waktu dekat Daop I akan melakukan bedah kereta. Semua orang dikerahkan untuk membersihkan kereta. Baik dari kecoa, perbaikan interior sampai pengecekan kursi, pintu dan ac yang rusak. “Repotnya, semua kereta kita jalan terus, sehingga harus menunggu kereta istirahat untuk diperbaiki,” ujar sumber lain.

Perubahan juga terjadi di Daop 8 Surabaya, meskipun baru wacana semangat. Kepada majalah “ka”, Yusren meminta sms dari penumpang untuk dipelajari. Setelah itu, dengan membawa handycam pribadi dia keliling naik kereta satu ke kereta lain, untuk merekam dalam bentuk gambar seperti yang tertulis di sms. “Sekarang, selain saya memiliki bukti sms dari penumpang, juga bukti gambar nyata yang saya ambil sendiri,” tambah Yusren.

Jakarta Kota, Penumpang menunggu perubahan KRL jadi lebih nyaman.
Jakarta Kota, Penumpang menunggu perubahan KRL jadi lebih nyaman.

Lain lagi dengan Daop 4 Semarang. Seorang KDO macam Rono Pradipto sampai mengajak beberapa orang kereta, makan di restauran sekedar melihat cara mereka melayani. “Coba kalau kita mampu melayani secara profesional seperi mereka rasanya penumpang kita akan merasa nyaman,” ujarya.

Hal lain yang dilakukan adalah tindakan nyata. Jika ada sms yang menyebut bahwa prama dan prami Argo Muria tidak ramah, keesokan harinya langsung dipanggil. “Bapak juga tak segan memberikan sanksi kepada mereka yang tidak bertugas sebagaimana adanya” ujar karyawan PT KA di Daop 4 Semarang.

Sekarang, beberapa penumpang KA Argomuria mendapat pemandangan lain.”Setiap KA berangkat, dilakukan upacara antara petugas.” ujar Handy lewat sms. Bulan Rono juga menghadiahi reward kepada karyawan yang mampu memberikan pelayanan bagus.

Pujian Penumpang

Gerakan  perubahan tampaknya sedang terjadi di hampir seluruh wilayah jajaran Daop. Pelan memang tapi ada. Sejak dibuka sms bulan Februari 2006, tercatat 91% sms berisi kritikan, keluhan dan juga cacian. Yang memuji dan berharap bisa baik kurang dari 6%.

Pertengahan juli ketika majalah “ka” siap naik cetak, terjadi perubahan cukup signifikan. Sebanyak 62% srns berisi salut, pujian dan dorongan semangat karena terjadi perubahan yang dirasakan pe-numpang.”Baru kali ini KA Gajayana bisa dating tepat waktu,” tutur Drs. Sumadji yang naik KA gajayana dari Malang ke Jakarta. Hal senada dialami beberapa penumpang yang menggunakan Argomuria, Bima dan Argogede.

Ketepatan waktu tampaknya bagian penting dari perubahan di kereta api bagi penumpang. Begitu juga kebersihan. ” Sekarang lebih baik dan lebih bersih.” tutur Tedi, 23 tahun, yang akan pulang ke Semarang naik Argomuria. “Cuma harganya terlalu tinggi,” tambahnya. “Melakukan perubahan di kereta api saat ini, memang tak semudah membalikkan telapak cangan. Perlu waktu dan keteladanan. Tapi saya tetap dorong dan beri semangat terus,” tutur Dirjen Perkeretaapian, Socmino Eko Saputro.

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

PT KA, MASKA, Daop, Jaakarta kota, Daop 4, Daop 1, Surabaya

About Redaksi MKA

Check Also

KAI Luncurkan Kereta Rail Clinic

Setelah beberapa tahun silam PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan Kereta Batik dan Kereta Pustaka, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *