Home / Hot News / Berita Toliet di stasiun kereta api.
IMG_20150317_084756

Berita Toliet di stasiun kereta api.

Wajah Toilet Umum di Stasiun KA

Meskipun toilet di stasiun gratis bukan berarti tak ada perhatian dalam pengelolaannya. Manajemen PT KAI maupun PT KCJ tetap memberikan pelayanan dengan menempatkan petugas Cleaning Service dan mengubah kondisi tolet di stasiun agar senantiasa bersih, rapi dan nyaman digunakan.

Anda pengguna jasa kereta api, pasti pernah mengunjungi tempat yang satu ini, ya toilet umum.  Suatu tempat dimana terdapat fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar dan kecil, tempat cuci tangan dan muka. Nah, walaupun Anda sekedar mencuci muka atau mencuci tangan pasti pernah singgah di ruang yang namanya toilet distasiun. Bagaimana menurut anda kondisi toilet di stasiun kereta api  di Indonesia saat ini?

Nah, pada edisi kali ini MKA sengaja menyelusuri kondisi toilet-toliet yang ada di stasiun kereta api khususnya di stasiun kereta api di Jabodetabek. MKA sengaja singgah di toilet-toilet stasiun, mulai dari stasiun kecil, sedang dan besar. Tujuannya ingin mengetahui perubahan dari layanan toilet yang sangat dibutuhkan pengguna jasa, setidaknya kondisinya terawat dan lebih bersih dibanding kondisi sebelumnya.

Menurut Standar Toilet Umum Indonesia bahwa Toilet Umum adalah sebuah ruangan yang dirancang khusus lengkap dengan kloset, persediaan air  dan perlengkapan lain yang bersih, aman dan higienis dimana masyarakat di tempat-tempat domestik, komersial maupun publik dapat membuang hajat serta memenuhi kebutuhan fisik, sosial dan psikologis lainnya. Jadi, karena ada kata umum,berarti penguna jasa yang berkebutuhan khusus juga harus bisa memanfaatkan toilet yang ada.

Toilet umum yang baik itu harus memiliki sistem sirkulasi udara  yang baik,sehingga tidak lembab. Kelembaban yang diperbolehkan 40 – 50 %, dengan taraf pergantian udara yang baik yaitu mencapai angka 15 air-change per jam (dengan suhu normal toilet 20-27 derajat celcius). Disamping itu, toilet umum yang baik harus memiliki sistem pencahayaan yang baik. Sistem pencahayaan toilet umum dapat menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Iluminasi standar 100 – 200 lux.

Yang paling penting adalah konstruksi bangunan yang dibuat harus benar. Misalnya, kemiringan lantai minimum 1 % dari panjang atau lebar lantai sehingga air dapat mengalir dengan baik. Dinding memakai ubin keramik sebagai pelapis dinding, gypsum tahan air atau bata dengan lapisan tahan air. Serta langit-langit, terbuat dari lembaran yang cukup kaku dan rangka yang kuat sehingga memudahkan perawatan dan tidak kotor.

Bagimana dengan Toilet di Stasiun?

Anda masih ingat bagaimana kondisi toilet di stasiun kereta api sebelum diadakan perbaikan dan  pembenahan dalam hal perawatan? Ya kondisinya sangat kotor dan bau, padahal saat itu dikelola oleh pihak swasta dan kita harus membayar pula. Saat itu juga banyak botol- botol bekas kemasan air mineral yang isi air dan diletakkan di toilet pria, lantaran  air untuk membilas di urinoir tidak keluar.

Kini kondisinya sudah berbeda jauh dari konsidi sebelumnya. Sudah lebih bersih, wangi, nyaman dan gratis. Yang  pasti, tidak ada lagi botol – botol bekas kemasan air mineral di toilet pria.

Kebersihan toilet memang sering diabaikan terutama di tempat umum. Tapi tidaklah demikian bagi manajemen PT KAI (Persero) dan PT KCJ. Kebersihan toilet umum menjadi perhatian utama  dengan menempatkan tenaga khusus kebersihan di toilet umum. Petugas tersebut akan membersihkan toilet  tiap kali habis digunakan. Padahan sebenarnya ini adalah tanggung jawab publik. Bukan hanya tanggung jawab petugas pembersih toilet umum. Publik juga harus  memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan toilet umum pasca menggunakannya. Membuang sampah pada tempatnya juga membantu untuk menjaga kebersihan toilet.

Namun di beberapa stasiun, kondisi akses menuju toliet masih menjadi kendala bagi penumpang berkebutuhan khusus, terutama yang mengunakan kursi roda. Yakni  akses jalan atau lantai  menuju pintu toilet  kondisinya berundak-undak atau bertangga.

“Sebaiknya dibuat landai atau rata dengan lantainya.  Disamping itu, pintu toilet  juga harus dibuat  dengan ukuran yang  disesuaikan dengan kursi roda sehingga tidak menyulitkan saat memasuki toilet,” kata Faisal Rusdi, penguna jasa KRL Commuter Jabodetabek.

Penumpang berkebutuhan khusus juga menjadi perhatian tersendiri bagi managemen PT KAI dan PT KCJ.  Saat ini tengah dilakukan kajian  mengenai pembuatan fasilitas  umum  penumpang berkebutuhan khusus, tentunya dengan ukuran yang distandarkan dan sesuai dengan  kondisi stasiun.

Perubahan ke arah lebih baik sudah dimulai, namun berbagai kendala atau permasalahan pasti ada. Yang menarik, jika ada toilet yang rusak dan tidak nyaman bagi pengguna jasa, silahkan Anda laporkan ke pihak stasiun. Nantinya pihak stasiun akan melaporkan ke Unit Pelayanan PT KAI (Persero) atau PT Commuter Jabodetabek (PT. KCJ) untuk mendatangkan tim fasilitas toilet. Tim ini dengan sigap akan datang menyelesaikan permasalahan toilet yang dihadapi. Misalnya, kondisi tolet bau, kran air hilang atau rusak dan lain sebagainya.

YOS ASMAT

Yup! Toilet umum.. Memangnya ada apa dengan toilet umum?

Untuk seseorang yang sedang dalam perjalanan ataupun bepergian ke suatu tempat, terkadang harus berinteraksi dengan yang namanya toilet umum. Namanya juga toilet umum, entah sudah berapa banyak orang dengan derajat kesehatan berbeda menggunakannya. Selain itu, pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia tentang penggunaan toilet secara higienis pun masih kurang sehingga membuat tingkat kebersihan toilet umum pun semakin menurun. Dalam hal toilet umum, menurut pendiri Asosiasi Toilet Indonesia, Indonesia menduduki peringkat 12 terburuk dari 18 negara-negara di Asia. Hmm.. Serem yah? 🙁

Kenapa harus higienis?

 Kebersihan toilet umum yang rendah, membuat semakin besarnya resiko seseorang untuk terserang penyakit. Hal ini dikarenakan, kebersihan toilet yang rendah membuat bakteri, virus, maupun organisme pembawa penyakit (carrier) dapat berkembang biak dengan baik. Sudah banyak penelitian yang membuktikan banyaknya jenis dan jumlah bakteri, virus, maupun carrier yang dapat berkembang biak di toilet, terutama toilet umum. Mulai dari Streptococcus, Staphylococcus, E. coli, Shigella, virus Hepatitis A, virus flu, hingga carrier penyakit seksual seperti Chlamydia dan Gonorrhea bisa ditemukan di toilet umum. Bakteri, virus, maupun carrier tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit antara lain: bisul, tipus, muntaber, diare, infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih hingga penyakit seksual.

Wow! Banyak juga yaa.. Namun, jangan lantas karena takut akan banyaknya bakteri dan virus yang mungkin ada di toilet, kita jadi menahan diri untuk ke toilet. Karena menahan diri ke toilet tidak baik juga untuk kesehatan, misalnya saja dalam hal menahan buang air kecil dapat mengakibatkan penyakit infeksi saluran kemih yang sering dikenal dengan anyang-anyangan.

Jangan khawatir, selama sistem imun tubuh kita baik serta selalu menerapkan cara higienis dalam menggunakan toilet, kita tidak akan mudah terserang penyakit. Itulah pentingnya kita untuk tahu dan juga mengaplikasikan pengetahuan kita tentang bagaimana menggunakan toilet umum secara higienis.

Lalu, bagaimanakah cara menggunakan toilet umum secara higienis?

 Dalam menggunakan toilet umum secara higienis, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain:

  1. Pilih toilet yang bersih

Pilih toilet yang nampak bersih baik secara kasat mata maupun berdasarkan bau yang ditimbulkan. Sebaiknya pilih toilet yang berada paling dekat dengan pintu keluar kamar mandi. Hal ini dikarenakan, toilet yang berada paling dekat dengan pintu keluar kamar mandi merupakan toilet yang memiliki jumlah bakteri paling rendah.

  1. Gunakan kertas toilet atau tisu toilet sebagai alas toilet

Hal ini dapat membantu untuk menghindari interaksi dengan kuman yang terdapat di toilet. Selain sebagai alas toilet, tisu toilet juga dapat digunakan untuk membersihkan tubuh. Sebelum memakai toilet, pastikan terlebih dahulu ketersediaan kertas ataupun tisu toilet. Bila perlu, sediakan tisu toilet sendiri.

  1. Hindari tas ataupun celana menyentuh lantai

Walaupun lantai toilet terlihat bersih, disarankan untuk tidak menaruh tas di lantai. Hal ini dilakukan untuk menghindari terbawanya kuman dan bakteri yang ada di lantai toilet. Hal yang sama juga dilakukan terhadap celana. Usahakan celana tidak menyentuh lantai saat sedang dilepaskan.

  1. Jangan lupa untuk “Flush” toilet

Jangan pernah lupa untuk membilas toilet ketika akan keluar dari kamar mandi agar mikroorganisme dari air toilet tidak menempel di tubuh dan membuat pengguna selanjutnya merasa tidak nyaman atau jijik.

  1. Mencuci tangan

Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat jika tersedia. Jangan lupa untuk menggosok kedua sisi telapak tangan dan sela-sela jari.

  1. Menggunakan alas tangan ketika memegang kran, pengering tangan, dan gagang pintu toilet umum

Hal ini dilakukan untuk mencegah interaksi dengan kuman yang terdapat pada kran, pengering tangan, dan juga gagang pintu.

See, ternyata menggunakan toilet umum secara higienis tidak susah kan, kawan?! 🙂 Jangan lupa untuk menerapkannya yaa! Karena bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati 🙂

Luar

Negeri

Cuzzy

Fitriyani

wanita sangat biasa ^_^

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman |  Kirim Pesan

0inShare

Layanan Toilet Umum untuk Disabled Person di Hong Kong

HL | 17 February 2013 | 20:41 Dibaca: 369   Komentar: 0   1

Setelah beberapa tahun bekerja di Hong Kong, saya banyak sekali menemukan perbedaan antara Indonesia dan Hong Kong. Terutama pada pelayanan terhadap warga yang menurut saya cukup maksimal disini. Sebagai contoh ringan saja, kali ini saya akan menuliskan tentang toilet lagi. Beberapa waktu lalu saya telah menuliskan tentang larangan merokok di toilet umum serta ancaman denda ribuan dolar bagi siapapun yang melanggarnya. Dan tak jauh berbeda, tetapi kali ini saya akan menuliskan tentang layanan toilet untuk para orang tua dan orang yang dari sisi fisiknya memang termasuk orang berkebutuhan khusus (disabled person).

Jika Anda pernah ke Hong Kong tentu akan mudah menjumpai toilet umum didalam mall, restauran, taman ataupun tempat umum lainnya. Untuk toilet khusus wanita/female toilet atau toilet untuk pria/male toilet mungkin telah banyak dijumpai di Indonesia. Tapi toilet untuk para disabled person mungkin masih jarang ditemukan. Berbeda dengan Hong Kong, jika ada toilet umum untuk wanita dan pria, maka didekatnya juga ada toilet khusus untuk orang-orang tua ataupun orang berkebutuhan khusus (mungkin yang memakai kursi roda).

Sumber: toilet khusus disabled person di salah satu mall (dok. pribadi)

Dilihat dari luar mungkin tampak sama dengan toilet lainnya, tetapi ada sedikit perbedaan jika memasukinya. Di dalamnya ada pegangan tangan ditepi dekat tempat duduk toilet, pegangan yang memang khusus untuk disabled person. Biasanya akan ada tanda khusus dipintu toilet berupa gambar sebagai penanda kalau itu adalah toilet khusus untuk para disabled person. Seperti toilet umum lainnya, di dalamnya juga terdapat tisu dan tempat cuci tangan yang disediakan.

Untuk pengaman bagi pengguna toilet ini, di dalam toilet juga terdapat tombol emergency call berwarna merah. Tombol yang jika ditekan akan menghasilkan bunyi seperti sirine ini berfungsi agar orang dapat mengetahui bahwa ada hal berbahaya telah terjadi di dalam toilet, sehingga orang dapat segera datang untuk menolong.

Sumber: ada pegangan di dalam toilet (dok. pribadi)

Mungkin toilet adalah tempat yang sederhana atau bahkan dianggap sepele. Tapi dalam kenyataan, tempat yang disebut toilet ini sangat penting dalam kehidupan keseharian kita. Bukan hanya saat berada dirumah, ketika diluar pun kadang memerlukan toilet. Dan juga bukan hanya orang sehat atau normal saja, para disable person juga memerlukan toilet ketika berada diluar. Jadi sangat tepat ketika pemerintah Hong Kong pun menyediakan layanan toilet khusus untuk para disabled person atau orang tua.

Walau kadang memang ada perbedaan antara toilet umum yang berada di mall yang terlihat lebih bersih dibandingkan toilet umum yang berada dilain tempat, misalnya di pasar-pasar toilet umumnya tidak sebersih toilet yang ada di perpustakaan. Namun, usaha pemerintah Hong Kong dalam memberikan pelayanan toilet umum untuk warganya memang cukup maksimal.

Dalam hal pelayanan toilet umum untuk para disabled person di Hong Kong, mungkin Indonesia dapat mencontohnya suatu saat nanti. Untuk hal baik, saya selalu berharap Indonesia akan menjadi lebih baik, walau perlu proses waktu yang mungkin agak lama.

Sumber: toilet untuk disabled person di taman Victoria (dok. pribadi)

Saya membayangkan jika Indonesia juga mampu memberikan kenyamanan toilet seperti ini, pasti warganya akan sangat gembira. Dan saya juga berharap agar Indonesia dapat memberikan pelayanan dalam hal-hal sederhana seperti toilet umum pada warganya secara gratis alias tanpa dipungut biaya dari siapapun.

Resensi Buku

Standar Toilet Umum Indonesia

Standar Toilet Umum Indonesia

Toilet Umum adalah sebuah ruangan yang dirancang khusus lengkap dengan kloset, persediaan air  dan perlengkapan lain yang bersih, aman dan higienis dimana masyarakat di tempat-tempat domestik, komersial maupun publik dapat membuang hajat serta memenuh kebutuhan fisik, sosial dan psikologis lainnya:

Pengertian :

Toilet adalah fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar dan kecil, tempat cuci tangan dan muka.

Umum adalah tidak menyangkut yang khusus (semuanya) secara menyeluruh.

Toilet Umum adalah fasilitas sanitasi yang mengakomodasi kebutuhan membuang hajat yang digunakan oleh masyarakat umum, tanpa membedakan usia maupun jenis kelamin dari pengguna tersebut.

Persyaratan Ruang :

  1. Ruang untuk buang air besar (WC)

P = 80-90 cm, L = 150-160 cm, T = 220-240 cm

  1. Ruang untuk buang air kecil (Urinoir)

L = 70-80 cm, T = 40-45 cm

Sirkulasi Udara :

Mempunyai kelembaban 40 – 50 %, dengan taraf pergantian udara yang baik yaitu mencapai angka 15 air-change per jam (dengan suhu normal toilet 20-27 derajat celcius)

Pencahayaan :

Sistem pencahayaan toilet umum dapat menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Iluminasi standar 100 – 200 lux.

Konstruksi Bangunan :

  1. Lantai, kemiringan minimum lantai 1 % dari panjang atau lebar lantai.
  2. Dinding, ubin keramik yang dipasang sebagai pelapis dinding, gysum tahan air atau bata dengan lapisan tahan air.
  3. Langit-langit, terbuat dari lembaran yang cukup kaku dan rangka yang kuat sehingga memudahkan perawatan dan tidak kotor.

Home  »  Kesehatan  »  Cara sehat menggunakan toilet umum

Cara sehat menggunakan toilet umum

admin June 27, 2012 0
Apa yang anda lakukan jika tubuh anda mendesak untuk buang air sedangkan saat itu anda tidak ada di rumah. Mungkin anda sedang ada di mall atau kantor. Toilet umum, itu jawabannya. Definisi toilet umum adalah toilet yang ditempatkan di fasilitas umum, misalnya kantor, mall, restoran dan tempat-tempat umum lainnya, bukan hanya toilet yang berbayar seperti di pinggir jalan. Padahal kita tahu bahwa toilet umum adalah sumber bakteri penyakit seperti salmonella, streptococcus, E.coli dan berbagai macam virus yang dapat menyebakan penyakit pada tubuh kita.
Bakteri-bakteri tersebut bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui sentuhan kita terhadap benda-benda yang juga disentuh oleh orang lain. Misalnya tombol flush pada kloset, pegangan pintu atau bahkan tempat tissue. Bisa juga di dinding dan tutup kloset. Namun jika tubuh berkehendak, mau tidak mau kita harus menuruti, daripada keluar tanpa permisi malah bisa jadi memalukan. Bahkan selain itu bisa juga merugikan diri anda sendiri karena dapat mengakibatkan komplikasi organ dalam.
Namun jangan takut dengan semua hal mengerikan yang menghantui toilet umum, tentu saja ada jalan untuk meminimalisir resiko yang ada. Anda bisa mengikuti tips dibawah ini.

  1. Jangan meletakkan barang-barang yang anda bawa seperti tas di lantai toilet, ini akan rawan berpindahnya kuman dari lantai ke barang anda.
    2. Flush dulu sebelum menggunakan kloset dengan keadaan tertutup. Ini digunakan untuk membilas sisa urine dan kotoran yang menjadi tempat tinggal bakteri.
    3. Seka dudukan kloset menggunakan tissue jika menggunakan kloset duduk untuk membersihkan sisa air dan mungkin adanya kotoran disitu.
    4. Gunakan pelapis dudukan toilet jika ada, atau gunakan tissue untuk melapisi dudukan toilet supaya bagian tubuh anda tidak berkontak langsung dengan dudukan kloset.
    5. Semaksimal mungkin hindari kontak yang tidak perlu dengan benda-benda yang ada di toilet.
    6. Jika sudah selesai, tekan flush dengan keadaan kloset tertutup untuk menghindari kuman yang terlontar keluar dan mengenai anda atau pakaian anda.
    7. Cuci tangan anda dengan baik dan benar setelah menggunakan kloset, yang terbaik adalah 20-30 detik pencucian menggunakan sabun antiseptik.
    8. Keringkan tangan menggunakan tissue setelah mencuci tangan dengan baik dan benar, jangan gunakan pengering.
    9. Gunakan cairan pembersih tangan tanpa bilas jika anda membawanya.

    Demikian adalah cara yang paling mungkin mengurangi kontak anda dengan bakteri penyakit di toilet umum. Memang cara ini tidak mudah dan cenderung merepotkan, namun ini sangat penting. Kesehatan bahkan lebih berharga daripada waktu anda 5-10 menit di toilet, bukan? Repot dan lama sedikit tidak sebanding dengan apa yang anda rasakan nanti jika sakit. Yang paling penting dari semua diatas adalah selalu menjaga tubuh anda tetap sehat dan kuat. Daya tahan tubuh yang sehat dan prima dapat mengatasi bakteri apapun yang masuk, terutama dari toilet umum. Dengan begitu anda tidak akan lagi menjadikan toilet umum suatu tempat yang mengerikan.

 

About Redaksi MKA

Check Also

Lama Dinanti, Akhirnya KRL Jakarta Kota – Tanjungpriok Beroperasi

Lintas Jakarta Kota-Tanjungpriok sejak tahun 2007 sudah diwacanakan untuk beroperasi. Saat itu, bahkan telah diawali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *