Thursday , December 14 2017
Home / Hot News / Dalam Enam Bulan Kereta Api Bisa Saya Bikin Solid

Dalam Enam Bulan Kereta Api Bisa Saya Bikin Solid

Berbahagialah orang kereta api. Tentara punya The Smiling General. Kereta Api punya The Smiling Dirjen !

Ir. H. Soemino Eko Saputro, MM
Ir. H. Soemino Eko Saputro, MM

Majalah Kereta Api– Tiada hari tanpa senyum. Itulah senyum seorang lr. Soemino Eko Saputro, MM. Julukan lain adalah Dirjen yang tak pernah tidur. ltu jika dikaitkan dengan persoalan kereta api. Mantan orang nomor satu di kereta api saat masih bernama Perumka ini, selalu berapi-api jika bicara soal ke-reta api. Orang bilang tidak ada matinya.

Anak seorang petani kelahiran Solo ini berhasil menghidupkan kembali kereta api di Padang yang nyaris ditutup pemerintah. Pakar marketing seperti Hermawan Kartajaya tak segan menulis tentang pria ini sebagai orang yang berhasil memaksa masyarakat yang biasa naik pesawat terbang pindah ke sejumlah kereta dengan brand Argo yang dicanangkan Soemino.

Padahal bisnis kereta api di Amerika saja, tulis Hermawan, pusing menandingi pesawat terbang. Ketika Perumka pada Senin 22 Desember 1997 meluncurkan Argo Muria untuk tujuan Jakarta-Semarang, saya sudah punya bayangan bahwa pesawat untuk jurusan ini bakal menghadapi pesaing hebat: yakni kereta api. Brand Argo (Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, Argo Gede) memangkas jarak tempuh menjadi pendek. Dan itu membuat pengguna pesawat terbang ramai-ramai.

Oleh karena itu, Perumka (waktu itu) sungguh beruntung punya Dirut seperti Soemino Eko Saputro yang sense of business-nya tinggi. Melalui dia bisnis KA ternyata menguntungkan. Soemino melalui Perumka mampu menambah KA untuk pelanggan berorientasi nilai (value oriented customer). Tapi kejayaan Perumka dan Soemino kini tinggal sejarah. Masyarakat menilai miring terhadap pelayanan KA. Tapi sebuah tanya yang selalu digenggam penumpang, benarkah KA berubah? Usai rapat tertutup dengan DPR R1, Soemino Eko Saputro yang sekarang menjabat sebagai Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, menerima Majalah “ka”-Sudiono Af, Dian Pujayanti, dan Mas Soegeng dalam wawancara. Berikut petikannya.

Kereta eksekutif kelas Argo yang menjadi andalan Perumka pada masa itu, bersaing dengan moda transportasi lain.
Kereta eksekutif kelas Argo yang menjadi andalan Perumka pada masa itu, bersaing dengan moda transportasi lain.
Bagaimana anda melihat perbedaan perkeretaapian Indonesia semasa berstatus Perumko dan PT Kereta Api (Persero) sekarang ini ?

Organisasi. Atas dasar bantuan Bank Dunia dilakukan resu-ukturisasi dari Perumka menjadi PT, dan dibentuklah berbagai divisi. Keberhasilan rekstrukturisasi bisa diuji melalui 4 metode. Pertama, organisasi itu harus ramping (Slim Organization). Organisasi kereta api sekarang ini justru gemuk. Kedua, harus efisien. Apakah yang sekarang efisien, tanya saja ke PT. KA. Ketiga, Harus profit, karena ini pt. Ya, kita tahu kan belum profit. Keempat, karyawan harus sejahtera. Apakah orang-orang kereta api sekarang sudah sejahtera? Nah dari 4 metode alat uji ini kalau tidak ada yang benar, berarti belum berhasil dan apa harus didiamkan?

Sebagai Direktur fenderal Perkeretaapian, apa tindakan Anda?

Itu kan tehnik BUMN. Kita tidak bisa dong.

Tapi, selain sebagai Dirjen Perkeretaapian. Anda juga sebagai Komisaris Utama PT KA?

Sebagai Komisaris Utama saya sudah ngomong. Saya sudah bicara dengan mereka tolong perhatikan apakah sruktur organisasi Anda ini sudah benar? Saya selalu minta evaluasi organisasi. Bukan evaluasi proyek. Kalau evaluasi proyek reksrukturisasi belum ada yang terselesaikan. Contohnya dari Pcrumka ke PT. KA. Harus ada kelanjutan membuat divisi-divisi kalau mengikuti standar Bank Dunia.

Berarti faktor komando ada di masing-masing divisi?

Ya, berarti sudah tak ada komando (tunggal) lagi. Padahal di kereta api unsur komando sangat penting dianut bawahannya. Sekarang divisi-divisi main sendiri, cari uang sendiri. Tidak tunduk pada direksi.

Apa tidak ada blue print manegement sehingga masin-masing bermain sendiri?

Ya, karena mereka merasa yang namanya divisi itu saya, divisi saya harus berkembang. Saya (masing-masing divisi) punya planning sendiri. Punya outhority sendiri.

Dalam posisi sebagai regulator, apa yang Anda harapkan dari kondisi PT. KA sekarang ini?

Wah, kalau sebagai regulator murni, saya bisa membuat kereta api gak jalan semua. Ada kereta gak layak, ya distop. Lokomotif gak layak distop. Kereta ekonomi tidak memenuhi syarat stop. Bisa berhenti semua nanti. Karena saya ingin melihat kereta api maju, justru anggaran saya (Dirjen Perkeretaapian) itu digunakan untuk membiayai kereta api.

Seperti yang Anda lakukan dengan proyck Serpong-Tanah Abang?

Ya, bayangin saja. Saya dapat anggaran Rp250 triliun untuk ngurusin kereta api semua. Untuk mendukung kereta api semua. Saya pengin kereta api maju.

Ada semacam kecenderungan dengan belum dikeluarkannya anggaran back lock Rp 11,8 triliun membuat kereta api tidak bisa memperbaiki sarana dan prasarana?

ltu sebenarnya masalah manajemen. Apa dikira waktu saya jadi Direktur Utama Perumka dulu mendapat subsidi besar? Saya mendapat subsidi Rp3I.5 miliar. Waktu itu dolar Rp2.500. Sekarang subsidi pemerintah berupa PSO Rp350 miliar dan dolar anggaplah Rp 10.000. Artinya 10 kali lipat, sementara saya cuma 4 kali lipat.

Kereta-kereta yang memiliki okupansi rendah perlu dievaluasi
Kereta-kereta yang memiliki okupansi rendah perlu dievaluasi
Apa artinya angka-angka itu?

Artinya ada kenaikan yang luar biasa. Harusnya itu kan menjadi lebih baik. Tapi faktanya? Menurut saya itu masalah kesungguhan. Apa orang kereta api itu benar-benar, sungguh-sungguh, ada gak yang serius memperbaiki kereta api?

Kalau menurut anda serius tidak orang kereta api sekarang?

Yang sekarang ini sudah mulai. Turunnya dulu semenjak saya tinggalkan kereta api.

Apa bisa leluasa bergerak tanpa kucuran dana dari pemerintah yang sudah dijanjikan?

Ya kalau kita diam disitu saja, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Orang kereta api harus menyadari kalau kita tidak punya uang. jadi kita mesti melakukan apa yang bisa kita lakukan.

Sebagai tokoh kereta api apa yang Anda rasakan melihat kondisi sekarang?

Ya, sedih dong. Itu sebabnya justru saya mau keliling memberikan pengarahan. Waktu saya relatif pendek untuk berbuat memperbaiki kereta api. Saya pengin menggenjot karyawan-karyawan kereta api untuk memperbaiki kereta api, agar cepat maju dan mengembangkan kereta api. Saya sedih, melihat kereta kita banyak kecoa, ac tidak berfungsi, pintu gak bisa ditutup sehingga berisik, toilet tidak bersih. Begitu juga stasiun. Dulu bcrsih, ada bunga di mana-mana. Sekarang kumuh. Banyak hal yang harus diperhatikan di lingkungan kereta api.

Sekarang, tampaknya beberapa pejabat memiliki semangat seperti yang Anda sebutkan tadi.

Ya, saya juga melihat itu, Kayaknya sekarang orang-orang sudah muhi semangat untuk maju. Sudah mulai bergerak. Padahal dulu itu loyo semua. Sekarang ada keterlambatan pun saya masih bisa nelpon. Saya ingin menyemangati agar mereka tampil lebih baik.

Anda tadi menyebut perlu modal semangat untuk maju. Dari sms yang dikirim ke majalah kami banyak yang bertanya, bisakah pengelola kereta api sekarang ini menjadikan kereta api sebagai transportasi primadona seperti dulu?

Kalau pertanyaan ini ditujukan kepada saya, saya jawab dalam 6 bulan kondisi kereta api akan solid. Karena kereta api itu sebenarnya punya 4 modal dasar yang tidak dimiliki orang-orang lain.

Bisa disebut, agar dapat menyemangati pengelola sekarang?

Pertama: Paternalistik. Apapaun yang dilakukan pimpinan, akan diikuti, dijadikan contoh di bawahnya. Kalau pimpinannya main golf, semua main golf. Dulu ada pemimpin suka tenis, terus semua suka tenis. Artinya bahwa pimpinan sebagai tauladan sangat dibutuhkan. Kalau pimpinannya pekerja keras. semua akan bekerja keras.

Mengembalikan stasiun ke fungsi semula. Lebih nyaman dan bersih. Foto: (Dok. Humas Daop 1 Jakarta)
Mengembalikan stasiun ke fungsi semula.
Lebih nyaman dan bersih. Foto: (Dok. Humas Daop 1 Jakarta)
Bagaimana dengan pimpinan sekarang?

Setiap hari saya lihat di TV dan di lapangan, Dirut sekarang ini (Rony Wohyudt) kerja keras dan semua tampaknya ikut kerja keras. Modal dasar lain? Loyalitas. Orang kereta api itu loyal. Bukan loyal pada pekerjaan tapi pada jabatan. Siapapun yang menjabat itu tidak peduli. Yang penting dia punya keinginan membagun kereta api. Orang kereta api itu paling takut jabatan hilang. Artinya mudah diarahkan.

Seperti dulu ketika ngotot soal jadual perjalanan yang diperpendek?

Ya, Dulu saya bilang, saya minta jakarta-Surabaya 9 jam dari 15 jam yang biasanya. Mereka bilang: wah, gak bisa, Pak. Lalu saya bilang: kalau begitu nanti saya kirim orang untuk mendampingi. Mereka bilang: tetap gak bisa. Pak. Lalu saya bilang: kalau begitu saya akan cari orang untuk menggantikan dan kamu mundur. Dia jawab: oh kalau bcgitu bisa, Pak. Jadi harus dipaksa.

Kenapa harus dipaksa kalau mereka bekerja secara professional?

Ya itu tadi. Kalau pemimpinnya lemah, kereta api jadi lemah, karena pemimpin tidak berani marah. Menjadi pemimpin di kereta api harus keras. Kalau tidak, berantakan. Yang ketiga dari modal dasar kereta api? Pekerja keras. Bayangkan saja, begitu mendengar ada kecelakaan kereta api, apakah itu pagi, siang, malam, hujan Iebat, apakah dapat uang atau tidak, dia langsung berangkat menuju lokasi kecelakaan. Harus cepat. Contoh lain soal kebakaran. Mereka tidak peduli lebaran ke-I, ke-2, ke-3, semua sibuk mengurus angkutan lebaran. Mereka tidak punya perhitungan imbalan. Orang kereta api itu sudah bangga dapat mengangkut penumpang dengan sukses. Dan yang keempat, kereta api itu mencetak uang.

Maksudnya?

Setiap hari kereta api itu mencetak duit. Kalau target pendapatan Rp 4.4 triliun, setiap hari punya uang Rp I0 miliar. Kereta api itu tidak pernah punya kesulitan soal likuiditas. Masa sih ra iso ndandani sepur? (Masak cidak bisa memperbaiki kereca).

Sebagai Dirjen perkeretaapian, apa ada garis kebijakan yang ditetapkan pemerintah terhadap kereta api?

Mengacu pada UUD No.I 3 mengenai prasarana, maka Dirjen kereta api hanya berbicara bagaimana mernbuat, membangun, dan merawat jalan. Tapi kalau saya berpikir seperti itu, kereta api tutup.

Kenapa?

Saat sekarang ini jumlah lokomotif sudah turun, jumlahh kereta turun banyak, begitu juga jumlah gerbong. Semuanya turun. Competitor juga makin banyak.

Apa tolak ukur keberhasilan seorang Direktur jenderal Perkeretaapian, kalau begitu?

Peningkatan share kereta api terhadap transportasi nasional atau Jumlah yang diangkut semakin banyak. Baik penumpang maupun barang. Artinya seorang Dirjen kereta api itu tidak hanya bertanggungjawab pada sarana tetapi juga pada peningkatan share kereta api, bertanggungjawab pada prasarana, pada sarana, ya traffic managment ya rnarketnya. Dengan begitu nanti kereta api menjadi tulang punggung angkutan massal.

Termasuk revisi UUD No. 13 masalah swasta?

Itu termasuk justru itu keberhasilan saya kalau meningkatkan pihak swasta. Pemda berkembang, armada menjadi banyak, swasta berkembang di sana sini, bisa mengangkut orang banyak, angkutan barang juga banyak. Itu tanggung jawab Dirjen.

Tidak akan menjadi bumerang bagi PT KA?

PT KA harus benar-benar profesional mampu berkompetisi. Dan itu harus mulai dari sekarang. PT KA bisa berkonsentrasi pada daerah-daerah yang profit. Kereta api tertantang untuk berinovasi. Tidak seperti sekarang, Semuanya serba sendiri. Monopoli membuat orang tidak mampu berkompetisi.

Pemeriksaan Serentak untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin penumpang
Pemeriksaan Serentak untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin penumpang
Apa tips anda agar kereta api bisa survive?

Orang kereta api harus benar-benar mengamati lintas yang potensial. Lintas jarak jauh yang berhimpitan dengan pesawat terbang harus ditinjau ulang. Sekarang ini lintas menengah yang profitable. Misalnya dari Jakarta ke Purwokerto, Cilacap, Kutohardjo. Kemudian dari Tegal, Pekalongan, Semarang, Tegal. Itu wihayah yang tidak berhimpitan dengan transportasi pesaing kuat jadi jangan pertahankan lintasan dengan okupansi rendah. Gak bisa diteruskan, harus dikurangi frekuensinya. Arahkan kereta ke tempat yang bagus. Arahkan Bandung-jakarta itu setiap jam. Mungkin malah dua jam sekali. Beri pelayanan maksimal kepada ekonomi. Kenapa, karena ekonomi itu masih dibayar pemerintah melalui PSO.

Bagaimana dengan KA Eksekutif?

Itu tergantung okupansi. Kalau dari Jakarta ke Surabaya okupansi cuma 30%-40% jelas rugi dan ditanggung sendiri.

Banyak penumpang kereta eksekutif mengeluh karena fasilitas yang minim dan berkurang tanpa ada perbaikan berarti, sehingga mereka bisa berpikir untuk pindah angkutan. Langkah urgen apa yang mesti dilakukan orang kereta api?

Rasionalisasi. Banyak kereta yang rusak, perlu diperbaiki atau diubah penampilan dengan dicat. Kalau perlu bikin kereta api baru. Bikin kereta yang sudah diperbaiki dengan penampilan baru Ialu luncurkan. Akan jadi perhatian penumpang. Rasionalisasi punya tujuan mengubah image.

Sebentar lagi, ulangtahun kereta api ke 60. Apa harapan anda?

Ya harus (lebih) diperbaiki. Kita harus benan-benar rnengembalikan citra kereta api sebagai angkutan yang disukai, dambaan masyarakat. Dulu, kereta api dijadikan patokan waktu. Kalau kereta api lewat depan rumah, itu pasti tepat jam 5 pagi. Kereta api lewat dljadikan patokan waktu sholat, apakah itu subuh, sampai magrib. Karena apa, karena kereta api on time. Selalu tepat waktu juga jadi idala masyarakat.

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

PT KA, BUMN, Direktur Jenderal Perkerataapian, kereta api

 

About Redaksi MKA

Check Also

KAI Luncurkan Kereta Rail Clinic

Setelah beberapa tahun silam PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan Kereta Batik dan Kereta Pustaka, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *