Home / Aktifitas / JELAJAH DIVRE III SUMATERA SELATAN

JELAJAH DIVRE III SUMATERA SELATAN

JELAJAH DIVRE III

 Menjelajah Sumatera Selatan dengan kereta api, tentu pengalaman yang sangat menyenangkan. Lampung hingga Palembang dengan waktu tempuh 12 jam serta Palembang hingga Lubuk Linggau dengan waktu tempuh 10 jam merupakan waktu yang cukup cepat dibanding dengan sarana transportasi lain. Berbagai macam pengalaman yang sangat menarik dapat dirasakan selama perjalanan.

Sebanyak 5 orang Railfans asal Jakarta dan Solo ini tergabung dalam aksi menjelajah tanah Sumatera Selatan menggunakan kereta api. Anggo dan Brilli asal Banten, Prabowo dan Reza Syahputera asal Yogyakarta juga satu orang dari Tim Majalah KA yang akan merasakan nikmatnya menjelajah mulai dari Tanjung Karang, Kertapati, Lubuk Linggau pp. selama seminggu. Perjalanan kami awali dari Stasiun Tanjung Karang. Rombongan tiba di Kota Bandar Lampung pada siang hari pukul 13.00 WIB. Kami pun berkumpul di Stasiun Tanjung Karang untuk breefing bersama untuk perjalanan dari awal sampai akhir agar aman, nyaman, lancar dan terkendali.

Setelah breefing bersama, kami pun bergegas untuk mencari makan siang di area stasiun Tanjung Karang. Selagi mereka menikmati santapan makan siang, saya mewakili Tim dari Majalah KA, menuju Kantor Humas Divre III.2 Tanjung Karang menemui Bapak Zakaria (Humas Divre III.2) untuk melakukan perijinan agar liputan perjalanan kami dapat berjalan lancar. Setibanya di Kantor Humas Divre III.2, saya langsung menemui Zakaria yang berada di ruangannya. Zakaria memang sangat menghargai akan kedatangan saya setiap melakukan perijinan. Asyik berbincang dengannya, saya pun akhirnya dipersilahkan untuk meliput perjalanan serta mengambil foto di kawasan Stasiun Tanjung Karang. Karena kalau tidak ada perijinan, mungkin cukup sulit untuk melakukan fotografi kereta api dilingkungan stasiun Tanjung Karang. Alhamdulillah, setelah berbincang-bincang santai dan sudah ada perijinan dari beliau, akhirnya kita mendapat tempat peristirahatan yaitu Mess Transit disamping Stasiun Tanjung Karang.

Kurang lebih 4 jam saya berada di Kantor Humas. Saya pun langsung bergegas menuju Mess Transit yang sudah dipesan untuk kami. Sesampainya kembali di Stasiun Tanjung Karang, saya langsung menemui rekan-rekan Railfans yang asyik memotret area stasiun Tanjung Karang setelah makan siang. Saya pun mengajak mereka untuk istirahat di Mess Trabsit yang sudah di pesan dari Humas. Kami pun bergegas menuju kamar tidur dan beristirahat sejenak melepas lelah perjalanan dari Jawa ke Sumatera.

Railfan Enthusias
Memotret BB 203 cukup menyenangkan

Perjalanan dengan KA Sriwjaya

Pukul 18.00 WIB kami mulai bersiap-siap memulai perjalanan menuju Palembang dengan kereta api. Setelah 3 jam berisitirahat, tenaga dan semangat kami kembali meningkat. Karena pertama akan kami lakukan. Kurang lebih 1 jam kami sudah menyiapkan barang-barang yang kami bawa untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang dan Lubuk Linggau. Persiapan serta perbekalan sudah kami bawa, dan saatnya kami menuju Stasiun Tanjung Karang untuk membeli tiket Kereta Api Sriwaja. Selagi kami memasuki Stasiun Tanjung Karang untuk membeli tiket, saya tidak sengaja melihat Humas Divre III.2 Zakaria, juga berada di stasiun Tanjung Karang bersama rekannya. Langsung saya menghampiri beliau. Senang rasanya, ternyata beliau juga ikut kereta yang sama yaitu KA Sriwijaya. Saya pun memperkenalkan tim yang akan menjelajah perjalanan Divre III dengan kereta api. Zakaria sangat welcome sekali dengan kehadiran tim Railfans yang akan mencoba melakukan perjalanan dengan kereta api selama seminggu.

Sungguh bangganya, ternyata beliau sudah memesan tiket KA Sriwijaya kelas eksekutif untuk kami berlima. Perasaan yang sangat luar biasa, karena kami pun tidak menyangka kalau tiket tersebut sudah dipesan oleh beliau. Perjalanan perdana kami sudah sangat menyenangkan, karena sudah disambut baik oleh Humas serta mendapatkan tiket cuma-cuma kelas eksekutif. Kami pun berbincang banyak dengan beliau tentang kegiatan serta hobi yang kami geluti yaitu travelling dan fotografi kereta api. Setelah kami berbincang dengan beliau, akhirnya kami langsung memasuki kereta eksekutif 2 KA Sriwijaya. Bersama dengan Zakaria kami pun sudah di pesan kursi yang sangat nyaman.

Pukul 21.00 WIB KA Sriwijaya sebentar lagi akan berangkat. Ada keunikan sebelum kereta kami meninggalkan Stasiun Tanjung Karang. Seharusnya pukul 9 malam kereta berangkat, namun sebelum keberangkatan pihak dari Tim PS memasuki interior kereta Sriwijaya untuk melakukan PS kepada penumpang kereta api. Agar tidak terjadi penumpang kereta api yang tidak memiliki tiket. Tim PS yang ditemani aparat kepolisian Tanjung Karang serta Polsuska ini memeriksa penumpang yang berada disetiap kursi dengan mulus. Dalam arti, semua penumpang diperiksa dan semuanya bertiket. Pukul 21.30 WIB lokomotif BB 203 78 02 (BB 203 05) sebagai KA Sriwijaya diberangkatkan dari Stasiun Tanjung Karang. Perjalanan perdana kami pun dimulai.

Di perjalanan dengan KA Sriwijaya, kami pun sempat foto bersama di interior kelas eksekutif dengan Humas Divre III.2, Zakaria. Setelah foto bersama, kami pun berbincang santai cukup lama tentang angkutan kereta api di Divre III Sumatera Selatan. Lama berbincang dengan beliau, sampai akhirnya Prami KA Sriwijaya pun menghampiri dengan menawarkan menu-menu yang disediakan. Kami pun memesan Nasi Goreng Sriwijaya dengan segelas Teh Manis hangat sekaligus merasakan masakan ala KA Sriwijaya. Keceriaan pun masih terasa selama perjalanan. Kebanggaan makin kami rasakan ketika Prami kembali menghampiri kami dengan membawa pesanan nasi goreng dengan teh manis yang telah kami pesan. Kami sudah tak sabar mencoba nasi goreng yang terlihat nikmat dan lezat tersebut.  Nikmat dan sangat luar biasa nasi goreng KA Sriwijaya ini. Tak heran, dengan harga yang relatif terjangkau ditambah rasa yang sangat sesuai dengan lidah kami, nasi goreng ini sangat nikmat. Setelah menikmati hidangan menu KA Sriwijaya kami pun berisitirahat sejenak, berharap esok hari tiba di Stasiun Kertapati mendapat hal yang menyenangkan.

  Stasiun Kertapati

Pukul 05.30 WIB KA Sriwijaya yang membawa kami dari Stasiun Tanjung Karang akhirnya tiba di stasiun besar Kertapati. Stasiun Kertapati merupakan stasiun besar di Kota Palembang berada di Kecamatan Kertapati, Palembang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 M dpl ini berada di Divisi Regional (Divre III Sumatera Selatan). Stasiun ini berada di dekat pertemuan antara Sungai Ogan dan Sungai Ogan dan merupakan salah satu dari stasiun ujung di kota yang terkenal dengan makanan khas Pempeknya ini.

Kami bersama Humas Divre III.2 Tanjung Karang turun dari KA Sriwijaya dan menuju Mess Transit yang berada di samping stasiun Kertapati. Kami diantar oleh beliau untuk menempati kamar yang sudah di pesan. Pukul 08.00 WIB setelah istirahat sejenak dan mandi, kami pun sarapan bersama di Mess Transit dengan beliau. Rencana awal ketika sampai di Kertapati dan mendapatkan tempat istirahat, kami akan mengunjungi kantor humas pusat Divre III Sumatera Selatan. Namun, kami cukup terkejut dengan kedatangan Jaka Jarkasih selaku Humas Pusat Divre III Sumatera Selatan datang mengunjungi Mess Transit. Memang cukup asing rasanya bagi kami, karena seharusnya kami yang harus menemui beliau, namun ternyata sebaliknya. Dengan datangnya Humas Pusat inilah kami sempatkan diri untuk berbincang sejenak, sebelum kami melakukan fotografi di areal stasiun Kertapati. Jaka sangat senang sekali dengan kehadiran teman-teman Railfans dari Pulau Jawa, yang sangat antusias untuk mencoba perjalanan dengan kereta api di Divre III Sumatera Selatan. Beliau cukup menyampaikan kepada kami, mudah-mudahan perjalanan kami lancar, aman dan nyaman.

Asyik berbibncang cukup lama, kami pun bergegas menuju Stasiun Kertapati. Sementara itu, Jaka Jarkasih segera kembali ke kantor karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus beliau selesaikan. Begitu pun dengan Zakaria, beliau juga akan mengadakan rapat di kantor humas pusat Divre III tersebut. Sebelumnya, kami didampingi oleh Jaka, untuk memperkenalkan Kepala Stasiun Kertapati untuk perijinan pemotretan di Stasiun Kertapati dan sekitarnya. Perijinan dilakukan agar memudahkan kami mengambil gambar, tanpa harus ada yang menghalangi kegiatan kami selama peliputan. Setelah kami bertemu dengan Kepala Stasiun Besar Kertapati, Joni Martinus, kami pun berfoto bersama dengan KS KPT serta jajaran dan kru di Stasiun Kertapati. Foto bersama ini dilakukan agar keakraban antar karyawan PT. KAI dengan Railfans terjalin sangat erat.

Kunjungan Dipo Kertapati

Setelah bertemu dengan Kepala Stasiun Besar Kertapati akhirnya kami pun dijinkan untuk memotret kereta api di Stasiun Kertapati. Selagi asyiknya kami memotret kereta yang lalu lalang di stasiun Kertapati, kami tak sengaja bertemu dengan 5 orang Railfans asli Palembang, yaitu Rialdi Syahdores, Ishak Juarsa, Majid, Hendi Sahab dan Luth Firmansyah. Senangnya kami bisa bertemu dengan para Railfans tersebut secara langsung. Karena biasanya kami berkomunikasi lewat media internet (Facebook). Ishak, Majid, Hendi dan Luth adalah seorang pegawai kereta api yang bertugas sebagai Masinis dan asisten masinis. Dengan bertemunya mereka, kami pun jadi banyak bertanya tentang Lokomotif di Kertapati ini. Salah satunya Anggo Hapsoro. Karena ia sangat menyukai loko-loko yang berada di Divre III, karena selain masih terbilang langka karena masih banyak yang berseri BB 203 yang masih kuat membawa rangkaian KA penumpang dan KA barang. Selain itu lokomotif disini masih banyak yang menggunakan warna aseli Perumka (merah-biru). Semakin seru saja obrolan kami dengan mereka, namun Ishak dan Majid harus meninggalkan kami, karena mereka berdua harus kembali pulang setelah dinas KA barang.

Memasuki Dipo Kertapati kami pun bergegas menuju ruang Kepala Dipo Traksi. Di dalam kami bertemu Edi Siswanto selaku KDT Dipo Kertapati. Di temani rekan kami, Hendi dan Luth kami pun berbincang dengan Edi mengenai lokomotif yang berada di Dipo Induk Kertapati ini. Edi mengatakan bahwa lokomotif yang masih berada di dipo Kertapati, mayoritas masih layak jalan dan perawatannya yang sangat baik. Selain itu Edi juga menjelaskan daftar lokomotif yang terpampang di dinding ruang KDT khususnya lokomotif Kertapati baik yang Siap Guna Operasi (SGO), maupun yang sudah Tidak Siap Guna Operasi (TSGO). Dengan penjelasan dari KDT Kertapati, kami pun jadi mempunyai bahan pertanyaan agar tidak penasaran. Pertanyaan demi pertanyaan yang kami lontarkan, terjawab dengan baik dari Edi Siswanto.

Kurang lebih 1 jam kami asyik ngobrol-ngobrol dengan KDT mengenai lokomotif mulai dari perawatan hingga jumlah lokomotif yang berada di Dipo Kertapati, tak lupa kami pun foto bersama dengan KDT Kertapati, Edi Siswanto. Setelah foto bersama, atas seijin KDT kami pun diperbolehkan memotret sekeliling Dipo Kertapati. Cukup banyak lokomotif yang kami temui di dipo tersebut. Mulai lokomotif yang sedang masa perawatan hingga test langsiran dan juga semua kru yang kami lihat di Dipo Kertapati bekerja dengan tekun dan serius. Berharap tidak sampai mengganggu pekerjaan mereka seperti yang sempat dikatakan Edi sebelum kami memotret sekeliling Dipo Kertapati.

About Redaksi MKA

Check Also

DSC_8929

STTD_Rev ok

Perintis Program Studi D. III Perkeretaapian Di STTD Bekasi, inilah satu-satunya jurusan Perkeretaapian yang dibuka ...

One comment

  1. zevi yufernandes

    Salam 35,
    Saya saya antusias sekali terhadap kereta api, khususnya telah hadirnya Majalak KA ini yang pertama kali saya ketahui sewaku naik KA Gajayana tahun 2007 bulan Agustus. Saat itu saya sedang menghadiri resepsi penikahaan kakak sepupu di kota Malang. Banyak info yang luas seputar kereta api seperti mengenang masa sekolah dulu pulang & pergi selalu naik
    kereta Api, mulai jenis KRD, KRL & Loko BB200,BB302.
    Terima kasih Majalah KA tetap eksis memberikan wawasan perkereta apian Indonesia…
    Salam semboyan 35
    Zevi @Bekasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *