Home / Salam KA / Catatan Pinggir Rel / Kejarlah Daku Walau Sampai Ke China

Kejarlah Daku Walau Sampai Ke China

Saya tidak tahu, kenapa ada pepatah “Kejarlah Ilmu Walau Sampai Ke Negeri China”. Kalau soal  kereta api, apa yang bisa dipelajari dari China? Agar tidak penasaran, tidak ada salahnya kita mengikuti ajakan itu : belajar ke China.  Hal paling menonjol saat tiba di ibukota China, Beijing adalah nyaris tidak ada motor meraung-raung di jalan raya. Kalau pun toh ada motor lewat, itu memakai tenaga baterai. Pemerintah China melarang pemakaian motor dengan bensin agar negaranya tak tergantung pada komoditas dunia. China juga ingin mengajak rakyatnya untuk hidup sehat tanpa emisi kotor. Pemakaian mobil dibatasi. Setiap hari, hanya nomor tertentu boleh jalan. Orang mau cari SIM pun dipersulit. Bisa nunggu sampai setahun. Harga bensin dinaikkan berlipat dan pembatasan di jalan raya seperti itu, Pemerintah China  ingin menggiring semua orang untuk naik kereta api atau bus kota yang dikelola pemerintah.
China tampaknya menerapkan konsep pembenahan bertahap. Yang penting begitu ada gagasan, langsung dilaksanakan. Kalau salah diperbaiki sambil jalan. Tahun 1993, misalnya, China baru menyadari bahwa jalan kereta api terlalu lamban untuk bersaing dengan pesawat. Rakyat China memilih pesawat. Pemerintah lalu membuat program percepatan laju kereta api, selama 5 tahun ke depan. Awalnya, laju kereta dinaikkan ke  70 km, lalu dikebut 90, 120, 170, 240 dan 400 km ke atas. Dalam 5 tahun, perkeretaapian China melesat bagai anak panas lepas dari busurnya. Kecepatannya kereta apinya sepuluh kali lipat dari kecepatan awal!
Semua kereta api dibenahi. Selain ka supercepat, kereta api bawah tanah, kereta Maglev, China juga terus melayani kereta tradisional yang masih digemari mayoritas masyarakat China berkaitan dengan kemampuan keuangan mereka. Untuk menunjukkan superpower kereta api dunia, China telah menargetkan memiliki ka supercepat sebanyak 295 rangkaian di jalur cepat sepanjang 16.000 km. Ini jelas bukan main-main.
Kereta api telah menjadi angkutan masal yang murah meriah di Tiongkok. Kereta api telah menjadi bagian tak terpisahkan gaya hidup di China. Baik orang lokal maupun turis. Naik kereta api di sana murah dan efesien. Untuk kereta api subway harga tiket 2 RMB (yuan) atau Rp 2.850. One Single Ticket. Anda bebas naik ke mana saja mengelilingi China asal tidak keluar stasiun. Kereta apinya bersih, modern dan nyaman. Begitu juga stasiunnya. Yang luar biasa ini: Naik kereta api sama gengsinya naik pesawat. Dan orang China lebih bangga naik kereta api!
Tak menyangka negara Komunis ini begitu maju. Hampir semua kota besar sampai pelosok dilayani kereta api. Kemana saja, kelas apapun. Dari kelas ekonomi sampai VIP. Dari kereta mewah, serba bersih dan nyaman, sampai kereta ekonomi yang penuh sampah. Dari kereta yang jalannya lamban sampai kereta super cepat versi CRH atau Maglev yang menyamai pesawat.  Setiap kota di China seperti dipatok oleh jalan rel dengan ikatan stasiun.
Ada 1.978 stasiun di seluruh China, membentang dari Beijing, Shanghai, Mongolia sampai Tibet. Bahkan sampai ke bawah Tembok Raksasa China. Selama perjalanan menyusuri rel kereta api China, detak kekaguman nyaris tak berhenti melihat ambisi China dalam membangun perkeretaapian. Lebih 80% daratan China dipenuhi jalur rel kereta api. Hamparan sepur 10-20 track di stasiun sudah jamak di sana.
Yang bikin geleng-geleng kepala, jalan rel kereta api dibangun bukan hanya di tanah datar. Kebanyakan malah melewati sungai dan pegunungan. Namun pemerintah China menabrak semua hambatan itu. Bahkan gunung salju yang melingkar dan mendaki semacam Tibet diterjang. Padahal suhu di sana hampir selalu minus. Padahal pula, jika konstruksinya tidak canggih, bisa tenggelam saat daratan bersalju itu mencair.
Di sini kita mesti belajar dari Tiongkok, sebutan paling disukai warga setempat dalam membangun perkeretaapian. Mereka memiliki impian membangun jaringan perkeretaapian di seluruh dataran Tiongkok dan merajut 16.000 km jalur kereta api super cepat yang menghubungkan semua kota di China pada tahun 2020. Kalau teknologi ini berhasil, China berharap akan mempunyai  kepemilikan hak kekayaan intelektual independen. Mereka tidak sekedar bermimpi, tapi juga mewujudkannya. Tak peduli berapa beayanya. Tak peduli seberapa sulitnya jalan harus ditempuh. Sekali mereka memutuskan, itu yang mereka lakukan.  Inilah kebiasaan orang-orang luar biasa.
Tahun 2008 saja, China memiliki 600.000 gerbong, 45.000 kereta penumpang, 18.000 lokomotif, 36.000 perjalanan ka dengan 2,2 miliar jumlah penumpang yang hilir mudik di sepanjang 86.000 km jalan rel. Untuk kereta peluru saja yang larinya dari 200 sampai 500 km/jam, China menargetkan punya 295 rangkaian pada 2015 ini.
Saat ini China sudah memiliki Stasiun kereta api modern layaknya Bandara Internasional. Punya kereta Maglev pertama di dunia di Shanghai. China juga punya kereta api rute internasional langsung ke Rusia, Mongolia, Vietnam, India, Korea Utara dan Kazakhstan. China memiliki jalan rel terpanjang dunia, Trans Siberia. China saat ini sedang negosiasi buka rute ke Jerman, Inggris dan negara besar lain. Ini seperti sebuah pesan kepada dunia lain : soal kereta api, jangan main-main dengan China.
Seperti anak mudanya, Pemerintah China juga gemar pamer. Tujuannya, kalau China menjadi negara nomor satu di bidang kereta api, semua negara nanti beli kereta dari China. Beli komponen dari China. Kalau mau pakai teknologi jalan kereta cepat, China akan memperoleh hak royalti.
Ambisi China untuk mengitari seluruh daratan dengan jalan rel kereta api mengalahkan segalanya. Itulah impian China yang sedang dijalankan. Mereka tak menghitung untung rugi dari pelayanan. Lihatlah yang naik kereta ke Tibet bisa dihitung dengan jari. Toh mereka tetap menggelontorkan ratusan triliun. Tidak semua kereta supercepat China juga diisi banyak penumpang, toh mereka jalan terus.
Pemerintah China tak peduli itu semua. Mereka berharap, lama-lama orang akan naik kereta nyaman meski harga mahal. Triknya sudah terduga. Harga murah pada kereta rakyat pelan-pelan dikurangi, sehingga masyarakat akan memilih kereta dengan harga berapapun yang dipatok pemerintah. Inilah otoriter pemerintah komunis yang praktiknya adalah kapitalis!
Bisa jadi China sekarang tampil sebagai negara dengan kereta api paling maju di dunia. Ketika Jepang memperkenalkan kereta supercepat Shinkansen dengan kecepatan 250 km/ jam, Perancis dengan TGV yang mampu berlari 300 km/ jam, China tak mau kalah. Mereka menciptakan kereta super cepat CRH ( China Railway Highspeed) seri G yang mampu terbang hingga 486 km/ jam sampai 501 km yang pernah dijajal pada 12 Maret 2010. Ketika ka super cepat Jepang Shinkansen populer, China membeli 3 buah ka peluru model Shinkansen. Dua dijalankan dan satunya dibongkar habis; diamati, dipelajari dan ditiru. Lewat perusahaan negara China Railway Highspeed (CRH), China kemudian mulai membangun ka super cepat. China punya impian yang jelas : menjadikan kereta api sebagai transportasi massal! Mereka tak peduli harus belajar dengan siapapun, lalu menirunya.
Mungkin saatnya saya harus segera meninggalkan negara yang kereta apinya begitu luar biasa dan ekstrem. Baik dari segi kemajuan maupun ambisinya. Yang bisa dipelajari dari China adalah mereka bisa mewujudkan perkeretaapian yang luar biasa itu karena mereka memiliki impian yang jelas. Apa pemerintah Indonesia punya impian tentang kereta api? Jangan tanya saya…….
Salam dari Pinggir Rel
Mas Soegeng

About Redaksi MKA

Check Also

mas soegeng

Perempuan Yang Berjalan Di Atas Rel

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean magna urna, mollis in commodo quis, ...

3 comments

  1. Di china naik kereta api sama gengsinya dengan naik pesawat ! kalau di Indonesia kayaknya nggak mungkin terjadi, lihat saja pintu peron saja ditongkrongi satpam kontrakan tanpa senyum, lebih mirip robot ! kadang-kadang kalau sudah cape berdiri kakinya dikangkangi sebeleh kaya kucing mau pipis ! pintu peron yang seharusnya menjadi welcome gate , lha kok dipasarahi satpam ? memangnya PT KAI sudah tidak punya lagi SDM yang mumpuni untuk melayani customernya ? bagaimana kalau yg harus dihadapi adalah turis asing ? belum terlambat untuk membenahinya ! semoga …..

  2. semoga pelayanan semakin baik kedepannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *