Home / Kolom / Hartono AS / KERETA API GERAK UDARA

KERETA API GERAK UDARA

KERETA API GERAK UDARA

KOSTRUKSI DAN CARA KERJA

(Bagian 2)

Oleh : Ir Hartono AS, MM

Dosen STTD Jurusan Perkeretaapian

 

Sarana atau kendaraan Kereta Api Gerak Udara merupakan sarana yang mempunyai prinsip konstruksi yang mirip dengan kereta api ringan atau Light Rail Vehicle dan mempunyai sistem penggerak yang unik, spesifik dan berbeda sama sekali dengan kereta api konvensional.

 

PRINSIP DASAR KERETA API GERAK UDARA

Seorang ahli kedirgantaraan dari Brazil yaitu Mr.  OSCAR H.W. COERSTER penemu prinsip dasar kereta api gerak udara dilhami dari perahu layar yang dapat bergerak karena adanya tenaga dari tiupan angin ke layar yang terpasang pada tiang perahu.

Ide ini kemudian diwujudkan sebagai Kereta Api Gerak Udara yang merupakan salah satu jenis kereta api yang bergerak dengan menggunakan tekanan udara dan dikembangkan di Brazil dengan prototip pertama yang bentuknya sangat sederhana diluncurkan pada  tahun pada tahun 1977 dengan nama Aeromovel.

Kendaraan berwujud kursi yang didukung oleh 2 pasang roda yang akan menggelinding di atas rel dihubungkan dengan tiang yang mempunyai bidang seperti layar persegi yang berjalan didalam suatu lorong persegi dan memanjang di bawah rel, kemudian ditiup dengan udara bertekanan.

Jadi perbedaannya kalau perahu layar mempunyai layar diatas dan menggunakan angin dari alam, sedangkan kereta gerak udara mempunyai layar di bawah yang ditiup dengan udara bertekanan dalam lorong persegi sepanjang jalur lintasan.

Brazil terus mengembangkan Kereta Api Gerak Udara dan pada tahun 1980 berhasil mengembangkan Kereta Api Gerak Udara yang baru dan diluncurkan pada pameran kereta api Hanover, Jerman. Kereta Api Gerak Udara yang diperkenalkan pada pameran kereta api di Hanover sudah berwujud kendaraan tunggal yang menggelinding di atas rel.

Selanjutnya kereta api gerak udara ini dibangun di Porto Alegre Brazil pada tahun1986 dan di Indonesia untuk percobaan sekaligus wahana rekreasi  di TMII pada tahun 1989 dengan panjang lintasan 3,140 km.

 

KONSTRUKSI KERETA API GERAK UDARA

Secara fisik konstruksi kereta api gerak udara mempunyai wujud seperti kereta api konvensional, namun mempunyai ukuran yang lebih kecil dan konstruksi karoseri yang lebih ringan, sehingga dapat ditiup dengan  tekanan udara yang tidak terlalu tinggi.

Bila dilihat dari segi rangkaian kereta api gerak udara, ada dua jenis yaitu :

  1. Kereta Api Gerak Udara Tunggal

Pada jenis kereta api gerak udara tunggal, merupakan  satu unit kereta layaknya seperti sebuah bus yang berjalan sendiri tanpa pernah dirangkaikan dengan unit lain.

Setiap satu unit kereta api gerak udara tunggal mempunyai komponen utama

  1. Badan atau Body

Badan terdiri dari struktur bawah (understructure) berupa rangka bawah dari bahan yang ringan yaitu alumunium dan rangka atas (uperstructur) yang terdiri dari rangka, dinding samping dan dinding ujung serta atap.

Struktur bawah ditutup oleh lantai yang akan menjadi tempat kedudukan dari kursi penumpang, sedangkan dinding samping dilengkapi dengan pintu dan jendela sesuai dengan ukuran panjang badan kereta.

  1. Bogie

Setiap satu  unit kereta api gerak udara didukung oleh dua bogie yang masing-masing mempunyai rangka bogie, dua pasang roda, pegas/ suspensi udara, dan pin tempat berputar bogie terhadap badan.

  1. Tiang dan pelat layar

Setiap bogie dilengkapi dengan sebuah tiang (pylon) dengan arah tegak yang dhubungkan dengan batang melintang rangka bogie di bagian atas dan dihubungkan dengan pelat layar persegi dari bahan pelat logam dibagian bawah.

  1. Batang penghubung

Batang penghubung merupakan batang dari konstruksi besi profil yang dipasang untuk menghubungkan bagian atas tiang layar dengan struktur bawah, dan berfungsi untuk meneruskan gaya tarik atau tekan pada waktu kereta api gerak udara berjalan.

  1. Kereta Gerak Udara Artikulasi
  2. Badan (body)

Setiap satu set kereta gerak udara bergandengan/artikulasi (articulated) terdiri dari dua unit badan kereta  yang disambung menjadi satu set. Di antara dua unit kereta ini terdapat lorong penghubung, sehingga penumpang dapat melintas atau berpindah dari unit satu ke unit yang lain dengan aman.

  1. Bogie

Setiap satu set kereta api gerak udara artikulasi didukung oleh tiga bogie, yaitu satu buah bogie diujung 1, satu buah bogie ditengah yang mendukung dua ujung badan sekaligus dan satu buah bogie diujung 2.

Kedua buah bogie ujung dilengkapi dengan tiang dan pelat layar penggerak, sedangkan bogie tengah atau bogie artikulasi tidak dilengkapi tiang dan layar, namun dipasang roda penjepit (retainer wheel) yang akan menggelinding pada lorong beton bagian atas. Dengan demikian maka roda pada bogie berputar menggelinding selalu menempel pada rel.

  1. Tiang dan pelat layar

Tiang dan pelat layar hanya terpasang pada bogie ujung saja sebagai bogie penggerak.

  1. Batang penghubung

Batang penghubung antara tiang layar bagian atas dan rangka bawah hanya terdapat pada bogie ujung.

 

CARA KERJA KERETA API GERAK UDARA 

Di dalam kereta api gerak udara tidak ada kabin pengemudi atau masinis, artinya tidak ada peralatan pengendali seperti  pada lokomotif, KRD atau KRL.

 

PERGERAKAN

Kereta api gerak udara dapat berjalan karena tiupan udara pada lorong beton yang akan menekan pelat layar yang selanjutnya akan menekan batang penghubung dan juga bogie, sehingga roda menggelinding. Tiupan udara berasal dari mesin penghembus (blower) yang berada di setiap stasiun. Jadi kereta api gerak udara akan didorong dengan hembusan udara tekan dari stasiun satu ke stasiun selanjutnya.

Pada waktu kereta api gerak udara berjalan, tiang akan bergerak pada celah beton diantara dua rel yang diberi karet penyekat/ seal sepanjang lintasan,sehingga udara pada lorong beton tidak bocor keluar.

Setiap blower dapat juga berfungsi sebagai penghisap udara, sehingga apabila dibutuhkan pada waktu kereta api gerak udara penuh penumpang, atau melewati lintasan tanjakan, maka blower pada stasiun satu akan menghembuskan udara sedangkan blower pada stasiun berikutnya akan menghisapnya, sehingga pergerakan kereta api gerak udara akan lebih cepat.

 

PENGEREMAN

Untuk memperlambat atau menghentikan kereta api gerak udara juga digunakan tekanan udara. Dalam hal mengerem , maka blower stasiun satu dihentikan aliran udaranya sehingga tidak ada tekanan yang mendorong ke pelat layar, namun pada blower stasiun berikutnya justru dihembuskan udara tekan yang melawan arah kereta api gerak udara, sehingga makin lama akan berhenti.

Agar kereta api gerak udara dapat berhenti tepat pada peron stasiun dibantu dengan rem gesek hidrolik berupa rem cakram (disc brake) yang dioperasikan oleh petugas atau untuk kereta api gerak udara yang sudah otomatis akan dipasang alat otomatis berupa sensor.

 

PENGENDALI

Petugas yang akan mengendalikan jalannya kereta gerak udara berada di stasiun, yaitu diruang operator, secara manual. Disini operator akan menghadapi panel yang terdapat handle untuk menggerakan dan mengerem berdasarkan posisi kereta gerak udara melalui alat komunikasi dengan petugas yang berada di dalam kereta api gerak udara.

Jadi pada kereta api gerak udara masinis diam berada diruangan stasiun dan yang mengatur perjalanan berada di kendaraan yang bergerak, tidak seperti kereta api biasa/ lokomotif maka masinis berada di kendaraan yang bergerak dan yang mengatur perjalanan  diam berada di stasiun.

 

Sumber :

 Disarikan dari  1. Studi Standarisasi  Kereta Api Gerak Udara, Maglev, Kereta Gantung dan Trem, Badan Litbang Kementerian Perhubungan Th.  2013.

  1. Studi Penyusunan Standar, Tata cara Pengujian dan Sertfikasi Kelaikan Kereta berpenggerak Udara, DitjenKA Kementerian Perhubungan Th. 2014.

 

 

About Redaksi MKA

Check Also

1

AUTOMATED GUIDED TRANSIT (AGT) SERIE 8500

AUTOMATED GUIDED TRANSIT (AGT) SERIE 8500 UNTUK LINTAS YAMAGUCHI-JEPANG Oleh : Ir. Hartono AS MM ...

One comment

  1. Yani Pratomo (yani_pratomo)

    Mengapa aeromovel ini tidak dikembangkan untuk transportasi publik di Jakarta? Bukankah Titihan Samirono ini masih bertahan dan dioperasikan sampai sekarang di TMII? Artinya secara teknis kendaraan ini mampu bertahan lebih dari 25 tahun. Apakah ada pertimbangan dari sisi investasi pembangunan dan hitung-hitungan komersialnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *