Home / Kolom / Hartono AS / Kereta Api Gerak Udara-1

Kereta Api Gerak Udara-1

KERETA API GERAK UDARA

TITIHAN SAMIRONO DI TMII (1)

Oleh : Ir. Hartono As. MM – Dosen STTD Jurusan Perkeretaapian

Kereta Titian Samiroto TMII
Kereta Titian Samiroto TMII

Tulisan yang membahas Teknik sarana Perkeretaapian sudah banyak dimuat di MKA yaitu  dari jenis Kereta Api Kecepatan Normal seperti Lokomotif, Kereta, Gerbong, KRD, dan  KRL  terutama yang berada di Indonesia.  Sudah banyak pula dimuat mengenai Kereta Api Kecepatan Tinggi (High Speed Train), Monorel dan Trem terutama dari luar negeri . pada kesempatan ini akan dibahas tentang Kereta Api Gerak Udara yang akan dimuat dalam beberapa bagian.

JENIS KERETA API

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pada BAB III pasal 4 dikemukakan :

Kereta Api menurut jenisnya terdiri atas :

  1. Kereta Api Kecepatan Normal
  2. Kereta Api Kecepatan Tinggi
  3. Kereta Api Monorel
  4. Kereta Api Motor Induksi Linier
  5. Kereta Api Gerak Udara
  6. Kereta Api Levitasi Magnetik
  7. Trem dan,
  8. Kereta Gantung

Dari kedelapan jenis Kereta Api tersebut,  telah diketahui bahwa jenis Kereta Api Kecepatan Normal telah ada dan doperasikan sudah lama di Indonesia oleh Perusahaan Kereta Api Indonesia untuk melayani angkutan penumpang dan barang di pulau Jawa dan Sumatera.

Kereta Api Kecepatan Tinggi belum ada di Indonesia, namun sudah banyak dibahas dan dimuat di MKA, bahkan sudah beberapa kali diseminarkan, Kerata Api Monorel sudah pernah dimuat di MKA, sudah ada yang membuat prototype dan bahkan sudah pernah dipamerkan di lapangan MONAS, Kereta Api Motor Induksi Linier belum ada di Indonesia dan belum pernah dibahas di MKA, Kereta Api Gerak Udara sudah ada di Indonesia yaitu di TMII sejak tahun 1989, walaupun hanya untuk keperluan wisata dan belum pernah dibahas di MKA, Kereta Api Levitasi Magnetik belum ada di Indonesia namun sudah pernah dibahas di MKA, Trem sudah pernah ada di Indonesia dimasa lalu dan sudah pernah dibahas di MKA, sedangkan Kereta Gantung sudah ada di Indonesia yaitu di TMII, yang juga untuk keperluan wisata, namun belum pernah dibahas di MKA.

KERETA API GERAK UDARA DI TMII

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan tempat rekreasi yang merepresentasikan atau mewakili wilayah kepulauan di seluruh Indonesia  secara geografis dan menampilkan seluruh perwakilan  kebudayaan daerah masing-masing dari pulau Sumatera  sampai Irian/ Papua.

Disamping itu terdapat juga berbagai wahana permainan dan transportasi yang dapat membawa pengunjung untuk dapat menikmati sekilas tapi menyeluruh dengan mengelilingi atau melintas ke berbagai sudut di TMII. Salah satu wahana transportasi yang dapat mengantarkan berkeliling  di TMII adalah Titihan Samorono berupa Kereta Api yang berjalan diatas rel pada jalan layang dari beton.

Titihan Samirono yang berarti Kendaraan Angin dioperasikan dengan  peresmian pertama pada tanggal 20 April 1989 yang dikenal dengan Titihan Samirono SHS-23 Kereta Api Gerak Udara Indonesia.  Pada awalnya pembangunan Kereta Api Gerak Udara di TMII merupakan wahana transportasi percobaan sekaligus untuk rekreasi sebelum nantinya dibangun untuk keperluan transportasi atau angkutan umum untuk melayani penumpang. Hal ini disampaikan oleh Ketua  Badan Pengembangan  dan Penerapan  Teknologi (BPPT) Bapak BJ. Habibie pada waktu itu.

JALUR LINTASAN KERETA API GERAK UDARA

Seluruh lintasan jalur Kereta Api Gerak Udara di TMII berupa jalan layang sepanjang total 3,140 km berupa sirkuit  yang didukung oleh tiang dengan ketinggian antara   6,0 meter atau lebih  dari tanah, yang akan melewati 6 segmen stasiun  yaitu :

  1. Stasiun Budaya ke Stasiun Bunga = 480 meter
  2. Stasiun. Bunga ke Stasiun Wisata = 620 meter
  3. Stasiun Wisata ke Stasiun Burung = 827 meter
  4. Stasiun Burung ke Stasiun Anggrek = 340 meter
  5. Stasiun Anggrek  ke Stasiun Nusa = 528 meter
  6. Stasiun Nusa  ke Syasiun Budaya = 342 meter

Bangunan stasiun yang berada di jalan layang mengharuskan penumpang untuk naik tangga ke peron tempat naik turunnya penumpang Kereta Api Gerak Udara.

Jalur jalan laying sepanjang 3,140 km meliputi jalan lurusan dan jalan tikungan sebanyak 27 buah lengkung dengan 11 macam radius mulai dari 25 sampai  200 meter dan melewati tanjakan dengan kelandaian maksimum 10 % aatui 100 permil yang lebih terjal dibandingkan dengan kereta api biasa.

PRASARANA JALAN KERETA API GERAK UDARA

  1. Balok Lintasan (Beam, Gelagar)
  2. Type box girder terbuka dari beton prategang pracetak dengan ukuran lubang atau lorong sebesar 1,00 x 1,00 meter.
  3. Panjang bentang ukuran : Minimum : 10 meter, Maksimum : 26 meter, Jumlah balok : 142 buah.
  4. Jumlah balok lintasan : Lurus : 46 buah, Lengkung mendatar : 92 buahLengkung vertical :  4 buah
  5. Jenis beton : K-450
  6. Besar lendutan di tengah bentangan : beban statis 3,252 mm, beban dinamis 3,606 mm, sedangkan yang diijinkan 15 mm.
  7. Pilar penyangga (PIER)
  8. Type pilar :100 x 70 cm (136 buah)
  9. Tinggi pilar : 6-7-8-9 meter
  10. Persyaratan bahan :
  • Mutu beton pracetak K-130
  • Mutu baja tulangan U24 dan U39
  • Bahan grouting kekuatan adhesi = 40 km/cm2
  • Tekan = 800 kg/cm2.
  1. Pondasi
  2. Jenis pondasi : Tiang beton yang menumpu di atas lapisan tanah keras (250 kg/cm2)
  3. Type tiang :
  • Tiang pracetak prategang :
  • Jumlah : 59 x 4 tiang (ukuran : 35 x 35 cm)
  • Kedalaman : 7 – 27 meter
  • Mutu beton : K-450
  • Tiang bor :
  • Jumlah : 83 x 1 tiang, d = 100 cm
  • Kedalaman : 13 – 32 meter
  • Mutu beton : K-225
  • Mutu tulangan : U- 39
  • Beban pondasi total : 130 ton.
  1. Konstruksi rel

Jenis rel yang digunakan adalah R 41 yang mempunyai kekuatan tarik minimum 680 N/mm2. Berat rel adalah  41 kg/m, yang setara dengan rel salah satu jenis yang digunakan di PT KAI.

Jarak antar Rel atau lebar sepur =  1600 mm, dan rel bertumpu di atas blok beton yang dicor dengan ukuran 25x20x5 cm dengan jarak antar blok 1,00 meter.

Konstruksi sambungan rel dipasang dengan jarak 75 meter dan celah ekspansi sebesar  9 mm dengan arah miring, sehingga roda selalu bersentuhan dengan rel pada saat menggelinding.

Rel dipasang tegak lurus blok beton tanpa kemiringan dengan menggunakan penambat elastis.

SARANA KERETA API GERAK UDARA

     Kereta Api Gerak udara yang merupakan teknologi yang berasal dari Brazil berjumlah 3 set/ rangkaian dengan rincian 1 set asli didatangkan dari Brazil (built up) dengan warna cat putih dan 2 set dibuat di Indonesia (karoseri) dengan warna cat biru pada dinding luar. Namun pada saat ini hanya 2 set saja yang siap atau dapat dioperasikan, yaitu 1 set warna putih dan 1 set warna biru.

Sumber :  Disarikan dari  1. Studi Standarisasi  Kereta Api gerak udara, Maglev, Kereta gantung dan Trem, Badan Litbang Kementerian Perhubungan th.  2013.

  1. Studi Penyusunan Standar, Tata cara pengujian dan sertfikasi Kelaikan Kereta berpenggerak udara, DitjenKA Kementerian Perhubungan th. 2014.

—–ooo00ooo—–

About rajaweb

One comment

  1. Yani Pratomo (yani_pratomo)

    Mengapa ini tidak dikembangkan sebagai sarana transportasi publik di Jakarta? Apakah ada kelemahan-kelemahannya dibandingkan Monorail atau LRT? Padahal Titihan Samirono ini sudah lebih dari 25 tahun beroperasi di TMII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *