Thursday , December 14 2017
Home / Railfans / Kisah Faisal “Anak Autis” Pecinta KA

Kisah Faisal “Anak Autis” Pecinta KA

Kunjungan Faisal ke Redaksi MKA, (2/4).

Pak KS Koq Buang Rokok Sembarangan!

 Anak autis bukan anak terbuang. Dia adalah anugerah Tuhan yang istimewa. Siapapun yang mengasihi dan orangtua yang mengasuhnya dengan istimewa, Tuhan pun akan membalasnya dengan keistimewaan yang tiada terduga.

    Tanggal dua bulan keempat lalu, Majalah KA mendapat kunjungan special dari Faisal dan ibunya. Malamnya saya upload foto-foto Faisal selama kunjungan sehari di jejaring social Majalah KA dan saya (Amad Made). Salahsatu railfan sempat dalam status yang ditulisnya menanyakan “Apa istimewanya Faisal?”. Saya pun langsung menjawabnya. Faisal adalah railfan “istimewa” dengan banyak kelebihan yang dimiliki. Sampai ibunya menulis dalam buku berjudul “Faisal Sayang Mama Sampai Tua”.

    Ungkapan suka dengan foto-foto kunjungan Faisal ke dapurnya Majalah KA langsung beruntun dengan menandai jempol atau “like/suka”. Faisal adalah sosok anak remaja (usia 16 tahun di bulan ini) yang autis namun seorang pecinta kereta api (railfan) sejati. Sang ibu, di kalangan railfan yang mengenalnya memanggilnya dengan sebutan hangat Bude Sri, dengan keteguhan, semangat tak kenal menyerah/putus asa telah berhasil membentuk Faisal menjadi pribadi yang istimewa. “Nak, kalau hafal 1 juzz, mama akan mengajak Faisal naik kereta api ke Surabaya,” demikian janji Bude Sri pada anaknya. Subhanalloh, Faisal pun dengan kemampuan daya ingatnya yang tajam mampu belajar menghafal ayat-ayat suci Al-Quran dengan bimbingan yang tak kenal lelah dan metode yang berhasil dibuat oleh Sang Ibu. Dan hasilnya, hafalan Faisal terus bertambah setiap saat. Bahkan Sang Ibu berniat menyekolahkan Faisal untuk belajar tahfid Al Quran.

     Kecintaan pada kereta api bagi Faisal tumbuh sejak kecil. Hal ini tak lepas dari factor letak rumahnya yang terletak tak jauh dari Stasiun Brumbung. Terlebih semenjak mengenal Majalah KA di usia 6 tahun. Faisal benar-benar seperti menemukan “air di tengah gurun pasir”. Hobinya pada si ular besi benar-benar melekat dan membawa manfaat. Faisal mampu menghafal nama-nama KA, bahkan Undang-undang Perkeretaapian. Setiap bepergian, Faisal pun selalu mengumpulkan tiket, dan sering mendapat kiriman tiket bekas dari teman-temannya maupun kenalan Mamanya. “Ada sekitar seribu tiket KA koleksi Faisal,” kata Bude Sri.

     Yang menakjubkan, Faisal ketika kelas IX SMP pernah diterima magang di Stasiun Besar di Daop IV Semarang sebagai penjaga pintu masuk peron, membantu mengecek kereta, bahkan di ticketing. Dengan kondisi Faisal yang “istimewa” dan bimbingan Mama tercintanya, Faisal mampu menunjukkan sebagai Faisal yang hebat. Orang PT KAI sempat berpikir, apa bisa anak autis melakukan pekerjaan di lingkungan kereta api? Ternyata pikiran negatif itu salah besar, karena Faisal benar-benar bisa lebih dari yang diperkirakan orang.

      Satu kalimat yang membuat seorang Kepala Stasiun Besar terkejut saat itu yaitu ketika Faisal menegurnya. “Bapak, di sini kan dilarang merokok. Koq Bapak merokok?”, kata Faisal. Sang Kepala Stasiun Besar itu terperanjat ketika seorang anak autis saja sampai mengingatkannya. Buru-buru Sang kepala Stasiun pun mematikan rokoknya yang masih baru dinyalakan sepertiga dan membuangnya ke rel. “Koq rokoknya dibuang ke rel. Kan tidak boleh membuang sampah sembarangan!”, kata Faisal dengan kepolosannya.

     Sang Kepala Stasiun pun memerah mukanya, tapi bukan marah kepada Faisal, melainkan malu karena lagi-lagi tindakannya keliru. Dipungutnya punting rokok yang dibuangnya ke rel dan dibuang ke tempat sampah yang ada didekatnya. Sang Kepala Stasiun asal Padang itu sangat berterimakasih dan kagum kepada Faisal. Hubungan Faisal dengan Kepala Stasiun itu pun semakin akrab. Bagi Railfan di Daop IV Semarang maupun orang-orang kereta api di sana, Faisal bukan sosok asing lagi. Faisal dikagumi, Faisal juga dihormati semua kalangan orang kereta api di Semarang.

(Kisah Faisal akan berlanjut edisi mendatang. Kisah ini ditulis berdasar penuturuan ibunya dengan sebenarnya)

AMAD SUDARSIH

About Redaksi MKA

Check Also

Farras bersama anggota Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE) di dalam KA Kedung Sepur

Sebastien Farras Putra Setiawan

Sebastien Farras Putra Setiawan Senang Bisa Gabung Komunitas Raifans   Kecintaan Farras terhadap KA (Kereta ...

5 comments

  1. Rizqy aulia putra

    Wow menakjubkan

  2. saya kebetulan menemukan artikel ini dan saya pun turut bangga dengan kepintaran Faisal. Kebetulan anak saya (sekarang usia nya 18 tahun) juga autis dan dia juga sangat menyukai kereta api. Karena sedari kecil kami selalu pulang dari tempat terapi nya dengan menggunakan kereta api ( kami tinggal di Pasar minggu sedangkan tempat terapi nya di daerah Kramat). Pak Amad yang terhormat, kalau bisa saya ingin mengontak orang tua nya Faisal. Bisakah saya menapat no Tlp mereka ? Terimakasih atas bantuannya .

  3. Faisal habat …….

  4. Faisal hebat salut utk Faisal …….

  5. Faisal hebat salut untuk faisal….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *