Home / Jadwal KA / Jadwal KA Jarak Jauh / Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup

Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup

Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup

Penutupan perlintasan sebidang di Rawabuaya ini dilakukan karena sudah ada flyover. Dari 3 perlintasan yang ada, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan hanya menutup dua perlintasan saja.

 Ketika menyambangi perlintasan sebidang yang terletak tak jauh dari Stasiun Rawabuaya, sungguh tak terbayangkan betapa maut bisa merenggut para pengguna jalan yang melintasi jalur kereta api lintas Duri-Tangerang ini. Tiga perlintasan liar tanpa palang pintu-tanpa penjaga resmi berjajar dalam berdekatan hanya berjarak tak kurang dari 10 meter. Ketiga perlintasan liar ini persis berada di bawah flyover (jalan layang) jalan tol dan jalan lingkar luar.

Nyaris ketiga jalan yang bersinggungan dengan jalur kereta api ini padat dilalui kendaraan dari sepeda motor sampai truk dan bus. Korban kecelakaan lalulintas di perlintasan tersebut pun sudah sering terjadi karena ketidakdisiplinan pengguna jalan ketika menyeberangi jalur kereta api. Terlebih jalan yang hanya selebar tiga meter harus dilalui lalulalang kendaraan dari dua arah.

Tak mudah untuk menutup perlintasan liar. Selain harus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan, masih ada kelompok/segelintir orang yang menolak dengan alasan kehilangan penghasilan terutama yang selama ini menjadi “Pak Ogah atau penjaga perlintasan tak resmi”, atau alasan lain yaitu tak mau jauh memutar melalui perlintasan resmi. Tugas tak ringan bagi Regulator maupun Pemerintah Daerah serta semua pihak untuk menyadarkan pentingnya keselamatan.

Penutupan yang sempat tertunda dilakukan, setelah melalui sosialisasi sejak 6 Desember 2014 di Kantor Kelurahan Duri Kosambi oleh pejabat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Lurah Duri Kosambi, Perwakilan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Polri dan Ketua RT / RW setempat, akhirnya terealisasi. Dua perlintasan sebidang bisa ditutup.

 

Pasang Tanda Larangan

Selain penutupan perlintasan di Rawabuaya, Ditjen Perkeretaapian bersama EVP PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta dan Lurah Kebon Melati Tanahabang juga melakukan pemasangan tanda larangan membangun dan menggunakan lahan di daerah bekas Rumah Sinyal Stasiun Tanahabang, dekat jalur percabangan arah Manggarai dengan arah Serpong. Lahan kosong yang sudah ditertibkan dari bangunan liar tersebut juga ditanami pohon sumbangan dari program CSR perusahaan kontraktor rekanan Satker Jabodetabek.

Keikutsertaan Pemerintah Daerah untuk saling menjaga keselamatan di perlintasan sebidang juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Lahat. Kedua Pemerintah Daerah tersebut sepakat untuk memetakan perlintasan sebidang di wilayahnya masing-masing untuk dibangun flyover (jalan layang) atau underpass (jalan terowongan). Kesepakatan kerjasama tersebut dituangkan dalam penandatanganan MoU yang ditandatangani oleh Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko dengan Bupati Bekasi yang diwakili Kepala Bappeda Bekasi, Slamet Suprianto dan Bupati Lahat, Syaifuddin Aswari Rivai di kantor Kementerian Perhubungan, (31/12).

“Sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian telah diamanatkan bahwa perlintasan kereta api dibuat tidak sebidang karena rawan terjadi kecelakaan. Dan juga diamanatkan oleh undang-undang bahwa kereta api diberikan prioritas dijalurnya sehingga pengguna jalan yang akan melintas di perlintasan kereta api diwajibkan untuk berhati-hati pada waktu melintas dan mendahulukan kereta api yang lewat,” jelas Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko.

AMAD SUDARSIH

About Redaksi MKA

Check Also

area muat barang parcel

jakarta gudang

Wajah “Sumringah” Jakarta Gudang Kawasan pergudangan di stasiun-stasiun angkutan barang kini telah banyak pembenahan. Selain ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *