Home / Railfans / Memiliki Kereta Api… Kenapa Tidak ?

Memiliki Kereta Api… Kenapa Tidak ?

Koleksi Kereta Api
Koleksi Kereta Api

Majalah ka, Lengkingan lokomotif yang sedang menelusuri rel menjadi perhatian pengunjung sebuah toko di STC Senayan Jakarta. Loko tipe Chalenge buatan AS seharga Rp.7 jutaan tersebut adalah salah satu jenis loko yang ditawarkan toko tersebut.

Universal Hobbies. Begitulah nama toko milik Romzy Alkatirie (45) yang kerap menjadi tempat kongkow para hobiis kereta api. Di sini, para hobi dapat membeli kereta miniatur serta perlengkapannya,  jasa perbaikan, atau sekedar tukar-menukar informasi sesama hobiis.

Berawal dari hobi berakhir jadi bisnis, mungkin inilah yang menjadi dasar usaha pria keturunan arab ini. Bagi Romzy, hobi bukan berani berkorban, tetapi mendapatkan sesuatu. Termasuk kesenangan dan uang.

Universal Hobbies yang baru berusia dua tahun adalah salah satu toko yang dapat memenuhi kebutuhan para hobiis miniatur kereta api. “Kami memegang Exclusive Agent untuk 12 merek kereta miniature. Bahkan agen satu-satunya di Asia Tenggara, khusus untuk merek Tomix.” kata pria yang juga konsultan di Asian Development Bank.

Banyak Pilihan Merek

Kereta miniatur umumnya berasal dari Eropa, Amerika, atau Jepang. Beberapa merek terkenal dari Eropa adalah Marklin, Fleischman, Trix, Roko atau Riko. Dari Amerika: Bachman, Aclas, Athearn, dan Lifc-Like. Sedangkan dari Jepang ada Tomix, Kato, dan Aster. Untuk ukuran, pada umumnya kereta miniatur ini berskala N (skala perbandingan 1:160) dan HO ( I :137).

Kereta mini ini digerakkan oleh tenaga listrik yang dialirkan melalui rel atau melalui tiang listrik -seperti KRL Jabotabek saat ini baik dengan sistem kerwensional maupun diginL Sistem konvensional prinsipnya. Semakin besar rel dialiri listrik, semakin kencang laju kereta yang ada di atas rel. Jadi, seluruh kereta yang ada di atas rel yang dialiri listrik akan melaju, sesuai daya listrik yang diberikan. Berbeda dengan yang digital, pada siscem ini, Decoder (alat kontrol) dapat memilah kereta mana yang akan digerakkan.

Hobi mengkoleksi miniatur KA memang sedang berkembang, bukan hanya di Jakarta, tapi juga merambah ke berbagai daerah lainnya. Alasan mengkoleksi ‘ular besi’ mini inipun beragam. Mulai dari sekedar penghias rumah, sebagai nostalgia, sampai dengan yang benar-benar cinta pada kereta api.

Yugo Prihandi Utomo yang telah 10 tahun menekuni hobi ini mengaku, awalnya mengenal miniatur kereta karena hadiah paman. “Semua hobi miniatur udah saya tekuni, mulai dari Tamiya, mobil remote, sampai kapal remote. Tapi cuma ini yang bisa dimainin di dalam rumah,” cerita pemuda yang tinggal di Pulogadung. Saat ini sudah 11 buah lokomotif, puluhan kereta (gerbong), dan sebuah diorama lengkap yang dimiliki Yugo. Berkat ketekunannya, pemuda ini kerap diminta tolong untuk memperbaki kereta-kereta koleksi par hobiis yang rusak.

Sedangkan Jusuf yang baru empat bulan mengkoleksi mengaku pertama nyoba hanya beli satu rangkaian kereta, tapi setelah dipasang menjadi ketagihan. Kini Jusuf telah memiliki tujuh loko dan 30 kereta.”Saya juga lagi dalam proses pembuatan diorama yang bertema industri,” tambah pria yang juga penggemar sepeda gunung ini,

“Mengkoleksi miniatur Kereta Api, bisa berawal dari hobi berakhir menjadi satu bisnis”

Menurut Jusuf, banyak hal yang dapat dipetik dari hobi semacam ini. Seperti menambah wawasan mengenai dunia perkeretaapian, memperluas pergaulan hingga ajang bisnis antar hobiis.”Bisa jadi, lebih paham kita tentang sejarah perkeretaapian dibanding orang-orang kereta api,” canda Yugo. • M. Yanuarka

Tips

Yugo Prihandi Utomo : Bagi pecinta Kereta Api yang ingin memulai mengkoleksi miniatur kereta, berikut ini beberapa tips bisa jadi pegangan:

  1. Sebaiknya, mulai dengan membeli trainset (harga termurah sekitar Rp. 900 ribuan) yang terdiri satu rangkaian kereta api, satu set rel, transformator, beserta controller.
  2. Sesuaikan skala kereta dengan ukuran ruangan yang tersedia. Slkala terkecil adalah Z (1:220),
  3. Pilih asal dan merek kereta yang disesuaikan dengan slera dan space yang tersedia.
  4. Pilih sistem yang diinginkan konvensional atau digital. Sistem digital tentu pasti lebih mahal,.
  5. Apabila anda sudah serius menekuni hobi ini, mulailah membuat diorama yang disesuaikan dengan space ruangan yang tersedia, dan tema yang sesuai dengan selera anda. Pembuatan diorama ini membutuhkan biaya di atas Rp. 3 juta.

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

loko, lokomotif, kereta miniatur, minitur kereta api, Eropa, Amerika, Jepang, Kereta mini

 

About Redaksi MKA

Check Also

DSC_0968

Wadah Para Penggambar Kereta Api

Railway Drawers Wadah Para Penggambar Kereta Api Beragam hobi yang dimiliki para pecinta kereta api ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *