Home / Jadwal KA / Jadwal Commuter / Mengenal JR West 283 Series
JR_west-283

Mengenal JR West 283 Series

Mengenal JR West 283 Series

Wujud, tampilan, dan warna yang menarik dapat menjadi nilai lebih untuk menarik minat pengguna jasa. KRL berbentuk unik ini dapat melesat bahkan di tikungan sekalipun, meski bukan KA supercepat.

 

JR West 283 Series (Seri 283) yang dinamai “OCEAN ARROW” mampu melakukannya dengan sempurna. KRL seri 283 mulai beroperasi sejak tahun 1998. Seri 283 berjenis KRL komuter ekspres yang melayani rute Kyoto-Osaka-Shingu. KRL ini dikerjakan pembuatannya secara bersama oleh Kawasaki Heavy Industries, Hitachi dan Kinki Sharyo. KRL seri 283 memiliki dua formasi, dengan formasi asli 6 kereta dan formasi rangkaian tambahan 3 kereta tiap rangkaiannya.

KRL seri 283 terbuat dari bahan bodi Ordinary Steel, diwarnai dengan warna hijau kebiruan pada bagian tengah ke atas, putih dan corak garis emas pada bagian bawahnya. Logo “OCEAN ARROW” dan “West Japan Railway Company” tertempel pada beberapa bagian bodinya. KRL seri ini memiliki 2 tipe kabin masinis, yakni kabin masinis utama yang berbentuk unik dan aerodinamis, melengkung ke depan mengesankan kecepatan, serta kabin masinis biasa yang berbentuk konvensional dan dilengkapi dengan pintu tengah pada kabinnya yang berguna pada saatrangkaian akan disambungkan dengan rangkaian lainnya sebagai jalur akses penumpang untuk berpindah antara dua rangkaian tersebut.

KRL ini beroperasi di lebar sepur 1067 mm, pada jalur dengan listrik aliran atas (LAA) arus searah (Direct Current/DC) dengan sumber tenaga 1500 V DC.KRL Seri 283 ini berteknologi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF) bertipe Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT) dengan teknologi Pulse Width Modulation (PWM).

Dimensi KRL Seri 283 tak lampau berbeda dari KRL komuter lain dengan panjang sekitar 21000 mm, lebar 2850 mm, dan tinggi 3390 mm. KRL ini didesain dapat melaju hingga kecepatan 130 km/jam pada lintasan lurus, dan dapat melaju 30 km/jam lebih cepat dari desain kecepatan di lintasan lurus, ketika melewati jalur lengkung atau tikungan. KRL ini menggunakan sistem “Tilting”, yang memungkinkan kereta melaju dengan kecepatan tinggi saat melibas tikungan dengan stabil dan mulus. KRL seri 283 ini sudah diperlengkapi dengan system keamanan KRL ATS-P dan ATS-SW untuk fungsi keamanan dalam perjalanan.

Seri 283 memiliki 6 tipe unit kereta yakni KuHa283 (kereta gandengan utama berkabin masinis/Tc), KuHa 282 (kereta gandengan berkabin masinis/ Tc’), KuRo 283 (kereta gandengan utama kelas khusus berkabin masinis/ Tsc), KuRo282 (kereta gandengan kelas khusus berkabin masinis/ Tsc’), MoHa283 (kereta penggerak utama/ M), dan SaHa283 (kereta gandengan utama/ T). Rangkaian seri 283 dapat beroperasi dengan formasi 6 kereta saja dan juga berformasi dengan formasi 9 kereta jika ditambahkan dengan rangkaian berformasi 3 kereta (6+3 kereta) sesuai kebutuhan operasi.

Setiap unit kereta seri 283 memiliki 2 pintu penumpang di tiap sisinya, dengan bentuk jendela penumpang lebar dan memanjang sehingga penumpang dapat memandang lebih luas. Seluruh tempat duduk pada seri 283 ini memiliki tipe kursi seperti pada kereta kelas eksekutif (K1) di Indonesia yang bisa diatur arah sandarannya menghadap dan/ atau membelakangi arah perjalanan, serta diatur kemiringan sandaran tempat duduknya (reclining seat).

Seperti pada seri 281, seri 283 memiliki 2 jenis kelas perjalanan, yakni kelas regular dan kelas khusus Green Car. Perbedaan hanya terletak pada jumlah penumpang dan jenis tempat duduk. Kelas regular memiliki formasi tempat duduk reclining seat 2-2, dengan tempat duduk yang biasa dan jarak kerapatan antar kursi standar, sehingga dapat mengangkut penumpang lebih banyak dalam satu kereta. Sementara pada Green Car, formasi tempat duduk reclining seat 2-1 dengan tempat duduk lebih lebar per orangnya, dilengkapi bantal sandaran kepala dan memiliki jarak kerapatan antar kursi lebih lebar, sehingga jumlah penumpang terangkut lebih sedikit pada kereta kelas ini.

Seri 283 tidak dilengkapi dengan gantungan tangan pada langit-langit kereta dan pinggir sandaran kursi untuk berpegangan jika berdiri atau tidak mendapat tempat duduk, karena tidak didesain mengangkut penumpang berdiri / melebihi kapasitas tempat duduk (kapasitas 100%).

KRL ini juga memiliki rak bagasi yang cukup luas pada bagian langit-langit di atas tempat duduk, KRL ini memiliki fasilitas-fasilitas istimewa diantaranya ruang bagasi, telepon umum, ruang multiguna, dan area kursi roda (wheelchair space) untuk penumpang disabilitas. Tak lupa pula fasilitas-fasilitas dasar berupa toilet dan lavatory.

Salah satu keunikan KRL ini adalah terdapatnya ruang tempat duduk khusus dimana penumpang dapat duduk menghadap arah jendela yang disebut Outlook Lounge. Posisi tempat duduk yang menghadap arah jendela berikut jendela yang sangat lebar memungkinkan penumpang melihat pemandangan indah sepanjang perjalanan dengan nyaman.

KRL ini juga dilengkapi dengan fasilitas public address yang mendukung kelancaran informasi terhadap penumpang. Pada bagian eksterior, terpasang LED display pada bagian atas samping kereta yang berfungsi untuk menunjukkan layanan dan tujuan kereta. Di dalam rangkaian (interior) juga terpasang system automatic announcement dan LED Display untuk mengumumkan berbagai informasi perjalanan kepada penumpang kereta seperti tujuan perjalanan, himbauan dan sebagainya.

Seri 283 seperti seri lainnya dilengkapi Cowcatcher yang kokoh untuk mengurangi resiko ketika terjadi kecelakaan ringan seperti menabrak kendaraan, hewan atau bahkan orang di perlintasan sebidang.

KRL ini menggunakan bogie bolsterless tipe WDT 57 dan WTR 241 yang dapat meredam guncangan dengan baik dalam perjalanan, serta membuat kereta dalam posisi stabil ketika melewati jalur tikungan dengan kecepatan tinggi (Tilting Shift).

KRL seri 283 beroperasi sebagai KA “Kuroshio”, “Super Kuroshio”, dan “Ocean Arrow” pada relasi Shingu – Shin-Osaka – Kyoto,pp. Namun sejak 2012, penyebutan nama KA yang melayani relasi tersebut disamakan menjadi “Kuroshio” saja.

Pada kondisi normal, rangkaian seri 283 hanya beroperasi dengan formasi 6 kereta. Penambahan formasi yakni penggabungan dengan rangkaian tambahan formasi 3 kereta sehingga menjadi rangkaian formasi 9 kereta dilakukan hanya pada pagi dan sore hari di saat jam sibuk, untuk memenuhi kebutuhan angkut penumpang dengan kapasitas yang lebih besar.

 

Referensi:

–           JR West 283Series – Wikipedia.jp

–           JR EMU Rolling Stock Book 2011; Kotsu Shimbun Goto, 2011

– Foto dikutip dari album Wikimedia Commons JR West 283 Series

FarisFadhli

 

About Redaksi MKA

Check Also

tgg

Napak Tilas 143 Tahun Semarang-Tanggung

2010-10-30 18:22:50 Napak Tilas 143 Tahun Semarang-Tanggung Jumat,(29/10) pukul 7 pagi, peron satu Stasiun Semarang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *