Thursday , December 14 2017
Home / KATV Group News / Meretas Kemustahilan

Meretas Kemustahilan

Salam KA !
Sahabat Railfans pembaca Majalah KA, bila sahabat railfans cermati boks redaksi disamping halaman Salam KA ini, ada suatu perubahan besar di susunan redaksi Majalah KA. Yakni, mulai edisi ini, Maret 2012, secara resmi komando keredaksian, Pemimpin Redaksi Majalah KA, dipegang penuh oleh Mas Amad Sudarsih, dibantu Moh Yanuarika sebagai Redaktur Pelaksana. Inilah salah satu keputusan hasil annual meeting Majalah KA, 18 Januari 2012 di Cisarua, Bogor.
Pria asli Kutowinangun, Kebumen ini, telah membangun impian dan cita-citanya menjadi Pemimpin Redaksi Majalah KA sejak pertama bergabung sekitar 4 tahun lalu. Waktu itu, dalam annual meeting keluarga besar KATV Group di Anyer, Banten, CEO KATV Group menyampaikan paparan tentang The Law of Attraction dan meminta setiap peserta untuk menyampaikan harapan dan cita-citanya.
Amad Sudarsih yang baru bergabung sekitar satu tahunan dengan Majalah KA pun mendapat giliran. Sungguh yang disampaikannya waktu itu mengagetkan saya. Temen-temen yang lain pun menganggap hal itu suatu kemustahilan, sehingga sambil berbisik-bisik mentertawakan. Bagimana tidak, lha wong yang disampaikan memang mustahil terwujud dan bila benar terjadi rasanya memerlukan kurun waktu yang lama sekali. Pasalnya,  Majalah KA baru saja merangkak, umurnya masih bawah tiga tahun (batita). Pendirinya pun masih segar bugar.
Sahabat Railfans penasaran apa yang disampaikan Lik Amad? Inilah yang menjadi resolusi ayah satu putera tersebut saat itu: “Saya berharap dan bercita-cita menggantikan posisi Pak Djono sebagai Pemimpin Redaksi Majalah KA.”
Saya yakin bila waktu itu sahabat Railfans ikut hadir dalam pertemuan tersebut pasti tertawa, geleng-geleng kepala dan berbisik: “Mustahil!” Saya sendiri kaget mendengarnya. Namun selanjutnya bersama Pak Soegeng , CEO KATV,  kami tersenyum. Kenapa? Ya, karena berdasarkan The Law of Atraction yang kami yakini, semua harapan dan cita-cita yang tidak melawan hukum alam adalah akan berproses dan berwujud. Mohon maaf saya tidak ingin berdebat dengan sahabat Railfans tentang hukum tersebut.
Faktanya perjalanan karir koresponden beberapa koran harian di Kebumen ini di Majalah KA terus naik. Dari koresponden ke tim reporter tetap. Selajutnya memegang posisi redaktur dan redaktur pelaksana. Tentunya semua itu atas kerja keras, passion, dedikasi dan prestasinya. Dan mulai edisi Maret 2012 ini, secara penuh bertanggung jawab atas keredaksian Majalah KA, sebagai Pemimpin Redaksi.
Kemustahilan itu berhasil ia tumbangkan dan yang ada memang man jadda wa jada, man shobaro dhofiro, man saaro ‘ala ad-darbi wa shola. Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil, siapa yang bersabar dia akan beruntung, siapa yang berjalan pada treknya dia akan sampai tujuan.
Oleh karena itu kepada seluruh sahabat Railfan dan pembaca Majalah KA, saya mohon dukungan, saran, kritikan, masukan, dan doanya agar Lik Amad tidak masuk jalur sepur badhug atau masuk jalur sepur salah. Namun tetap berada pada jalur rel lintas raya yang telah ditetapkan pendiri Majalah KA, selaras dalam mengiringi sahabat Railfans dalam hunting dan blusukan di sepanjang jalur KA, meningkatkan ilmu dan pengetahuan perkeretaapian serta bekerja sama bahu-membahu dalam menyemaikan dan menumbuhkan benih-benih cinta kereta api kepada masayarakat.
Saya sendiri menyampaikan pamit dari rubrik ”Salam KA” ini. Namun tetap menulis di rubrik-rubrik lain. Mohon maaf jika selama 68 edisi ini ada salah ketik, salah persepsi, salah jawil, salah menyampaikan pikiran-pikiran saya yang barangkali mengganjal di hati sahabat Railfans. Saya tetap railfan dan saya tetap mencintai kereta api.

Salam Sukses Mulia untuk sahabat Railfans semua!
Salam Majalah KA

Sudjono AF

About Redaksi MKA

Check Also

DSC_1758

Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup

Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup Penutupan perlintasan sebidang di Rawabuaya ini dilakukan karena sudah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *