Wednesday , December 13 2017
Home / Uncategorized / Naik Trem Keliling Jakarta

Naik Trem Keliling Jakarta

Naik Trem Keliling  Jakarta
Naik Trem Keliling Jakarta

Majalah Ka, Trem listrik sepertinya menjadi idola warga Jakarta tempo doeloe. Kala itu trem terdiri dari dua sampai tiga kereta, membelah jalan utama menuju Jakarta Kota. Mayarakat yang bekerja di sana umumnya memilih naik trent karena kala itu masih nyaman dan praktis. Maklum mereka yang memilki mobil belum banyak.

Sahadi, pensiunan Perumka menceritakan trem termasuk alat transportasi yang murah, dan canggih pada saat itu. Waktu belum bergabung di Perumka, jalur linos Kampung Melayu-Tanjung Priuk sering ia laju menggunakan trem.

“Hanya dengan membayar dua perak saja, sudah bisa menikmati perjalanan sambil melihat pemandangan sore kota Jakarta.” ujarnya. Menurut warga Cibatu, Garut ini, Jakarta kala itu masih indah dan eksotis.

Keindahan yang diberikan Jakarta tempo doeloe juga mengingatkan Suparto akan kenangan masa kecil. Kakek 12 cucu ini, saat ditemui  di Stasiun Gambir bercerita, dulu 4 string keliling kota menemani ibunya berjualan kue. Waktu di Stasiun Jatinegara. ia baru pertama kali melihat trem.

Meski berkeinginan sekali, tapi ia belum pernah menaikinya. Sambil tertawa ia berkata. “Andai saja… sekarang masih ada trem, pasti saya akan membawa cucu-cucu saya berjalan-jalan”.

Mak Acih yang asli Betawi lebih beruntung. Umur delapan tahun ia sudah menikmati trem.”Saya naik trem waktu itu sama abang saya. Jalan-jalan sebagai hadiah kenaikan kelas kenang nenek yang sudah menggunakan tongkat kayu untuk berjalan. Meski begitu di KRL Ekspres Jakarta-Bogor siang,  ia enjoy saja.

“Menilanati pemandangan kota Jakarta saat itu sangat indah,” kenang warga Cibinong ini. Apa yang dirasakan oleh Mak Acih di

“Andai saja sekarang masih ada trem, pasti saya akan membawa cucu-cucu saya berjalan-jalan…”. masa kecil, jelas sangat berkesan. Ini terlihat dari cara bercerita pengalamannya yang dengan penuh perasaan.

Dibangun 1869

Sejarah tram Jakarta pertama kali ada sekitar tahun 1869. Tentu saja waktu itu Jakarta masih bernama Batavia. Kala itu, trem masih ditarik kuda dan tidak dilengkapi penampung kotoran seperti andong di Jogja. lnilah yang selalu membuat pusing pejabat kotapraja. Kotoran hewan penarik item ini berceceran di mana-mana dan manimbulkan bau tak sedap.

Duabelas tahun kemudian, baru para pamong praja bernapas lega. Tahun 1881 trem uap diluncurkan di Jakarta. Selanjutnya. 1899 diganti menjadi trem listrik.

H.C.C Clockener Bronson. serdadu Belanda yang baru pertama kali datang ke Batavia, menceritakan pengalamannya mengendarai trem uap (Republika On Line, 08-02-2004 : Rebutan Naik Trem Listrik). la melihat dari kejauhan terdengar bunyi lonceng, persis seperti di Amsterdam. Di atas lokomotif berdiri masinis pribumi, dengan petugas yang menyalakan api. Kondekturya orang betawi muda berseragam tanpa alas kaki.

Sementara kepala kondektur adalah orang Eropa pensiunan tentara.Trem uap memiliki kelas I dan II. Ditambah gerbong atau kereta khusus untuk orang pribumi yang membayar dengan murah.

Kelas I dan II, tentu saja untuk warga Belanda dan Eropa lainnya. Sedang golongan pribumi yang boleh naik di kereta ini adalah orang kaya dan turunan ningrat Orang-orang Tionghoa, Arab, dan Eropa tidak diperbolehkan duduk di kelas III. Keunikan tram Batavia dan Jakarta tempo doeloe, kini tinggal menjadi sejarah di buku-buku sekolah dan koleksi museum. Tetapi, kenangan dan keindahan ini tidak akan terlupakan oleh orang-orang yang pernah mengalami dan merasakannya. Hal itu tetap terpatri didalam hatinya hingga sekarang dan sampai kapanpun. •HENNY PUSPITASARI

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

Jakarta tempo doeloe, trem listrik, Belanda, Tionghoa, Batavia, KRL ekspress

About Redaksi MKA

Check Also

Awas! Hati Hati Hp Anda

Majalah Ka, Edy Sobari, wajahnya tampak kuyu sepulang dari Manggarai, Jakarta. “Hp saya kecopetan lagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *