Home / Forum / Profil API
DSC_0614

Profil API

Kampus Calon Ahli Perkeretaapian

API Madiun dan DIII Perkeretaapian STTD memang disiapkan untuk menghasilkan lulusan tenaga yang profesional di bidang perkeretaapian yang saat ini masih terbuka luas peluang karir maupun peluang kerjanya. Maret-Juni2015, kedua sekolah tersebut sedang membuka penerimaan seleksi calon Taruna/i baru.

 

Dunia perkeretaapian Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring pertumbuhan perekonomian nasional. Hal ini menjadi tantangan bagi penyedia jasa perkeretaapian untuk mengembangkan industri dan inovasi baru dan pelayanan prima. Saat ini pembangunan prasarana perkeretaapian juga banyak dikerjakan guna memperluas dan menambah daya tampung untuk memenuhi permintaan perkeretaapian yang sudah bertambah. Untuk itulah, butuh penambahan/ ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi yang mampu mengembangkan potensi dirinya dan dunia perkeretaapian yang digelutinya.

Sejalan dengan itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP-SDM) Perhubungan telah membuka program pendidikan vokasi di bidang transportasi perkeretaapian yang saat ini hanya ada di dua sekolah yaitu Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) di Bekasi- Jawa Barat dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) di Madiun-Jawa Timur. Di STTD, jurusan yang dibuka yaitu D III Perkeretaapian, sedangkan di API Madiun ada 4 jurusan yang dibuka.

Di Sekolah Tinggi Transportasi Darat, program D III Perkeretaapian sudah lama dibuka dua kelas untuk setiap penerimaan seleksi Taruna baru dan telah menghasilkan lulusan. Sedangkan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API)  baru mulai dibuka menerima taruna/i pada tahun akademik 2014/2015 dan tahun ini dibuka lagi untuk angkatan kedua. Meskipun API Madiun baru tahun 2014 dibuka namun sudah sebanyak 120 taruna/i yang diterima dan terbagi dalam 4 program diploma III. Program Diploma III yang dibuka di API yaitu Teknik Mekanika Perkeretaapian, Teknik Bangunan & Jalur Perkeretaapian, Manajemen Transportasi Perkeretaapian, dan Teknik Elektro Perkeretaapian.

“Awalnya kita buka D III Perkeretaapian di STTD. Namun perkembangan ke depan, tak akan mampu untuk memenuhi SDM Perkeretaapian kalau hanya satu jurusan saja. Makanya kita bangun sekolah baru Akademi Perkeretaapian Indonesia di Madiun. Kebutuhan SDM Perkeretaapian tak hanya level sarjana saja, justru 70% nya yang dibutuhkan tenaga level pelaksana. Jadi kita pun siapkan jalur pendidikan akademik dan juga jalur kompetensi berupa pelatihan-pelatihan kerja. Sehingga masyarakat bisa memilih mau masuk jalur akademik atau mengikuti jalur kompetensi,” jelas Kepala BP-SDM Perhubungan, Wahju Satrio Utomo.

Untuk mendukung pendidikan yang link and match, BPSDM Perhubungan terus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi perkeretaapian dan kebutuhan SDM Perkeretaapian yang diperlukan dalam dunia kerja. Karenanya harus didukung oleh ketersediaan prasarana dan sarana yang memadai, tenaga pengajar yang kompeten, kurikulum/ silabus yang terus dikembangkan dan metode pengajaran harus bisa memadukan antara hard skill dan soft skill.

“Mengapa diasramakan? Itu untuk mendidik mental, mendidik karakter agar Taruna/i memiliki budaya disiplin dan tanggung jawab. Sebab nantinya bila bekerja di sektor transportasi, dia harus menjalankan pekerjaan dengan disiplin, tanggung jawab dan mengutamakan budaya keselamatan, budaya melayani dan komunikasi yang baik,” imbuh Wahyu.

Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko ketika memberikan kuliah umum di Kampus API Madiun pada pertengahan Oktober 2014 menyampaikan perkembangan perkeretaapian sekarang ini sedang berkembang tak hanya di Jawa dan Sumatera namun mulai dikembangkan di pulau-pulau lain seperti Kalimantan, Sulawesi dan juga Papua. Dengan demikian, masih dibutuhkan terus SDM-SDM Perkeretaapian untuk semua posisi dari level pelaksana sampai tingkat manajerial.

“Kebutuhan SDM Perkeretaapian akan terus meningkat seiring perkembangan perkeretaapian di tanah air. Baik di regulator, operator maupun kontraktor,” jelas Hermanto Dwiatmoko.

AMAD SUDARSIH

 

About Redaksi MKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *