Wednesday , December 13 2017
Home / Uncategorized / PUK Manggarai : Tempat “Bersolek” KA Eksekutif

PUK Manggarai : Tempat “Bersolek” KA Eksekutif

Kereta Unggulan
Karena banyaknya kereta unggulan yang stabling disini, menyebabkan PUK Manggarai memiliki peran lebih dibanding PUK lainnya.

Majalah Ka, Sekitar pukul 06.30. pagi itu tak lama setelah kereta api Argo Muria berangkat ke Semarang, kereta Argobromo Anggrek perubahan memasuki Sepur Wilayah Pelaksana Urusan Kereta (PUK) Manggarai. Kereta eksekutif dari Pasar Turi Surabaya ini tampak lelah dan kotor. Banyak debu yang menempel di tubuhnya setelah semalaman melaju membawa penumpang ke Semarang dan Jakarta.

Dengan cekatan sekitar 4-6 orang awak PUK beserta mitranya merawat dan memandikan kereta. Sementara lokomotif penariknya juga bergegas menuju Depo Jatinegara untuk cek up. Para awak PUK harus bekerja cepat, sebab menurut jadwal kereta segera diberangkatkan  ke Surabaya pukul 09.30 pagi itu juga.

Perawatan harian kereta ini menurut Andrey Sedawan, Kepala PUK Manggarai, sudah menjadi tugas rutin harian dari PUK. Meliputi perawatan bagian interior dan eksterior kereta. Sehingga kereta selalu dalam kondisi baik dan bersih saat menerima penumpang. “Sebenarnyaya (tugas) PUK Manggarai sama dengan PUK lainnya di Jabotabek, yaitu bertangung jawab terhadap seluruh kereta yang diberangkatkan, sehingga selamat sampai tujuan.” jelasnya.

Beberapa kereta kelas argo stabling (pemberhentian akhir dan istirahat) di PUK Manggarai, setelah menurunkan penumpang di Stasiun Jatinegara dan Gambir. Diantaranya Argobromo Anggrek, Argo Gede (Jakarta), Argo Muria, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Bima, Taksaka, juga Kamandanu. Totalnya ada I I trip kereta eksekutif.”Karena banyaknya kereta unggulan yang stabling disini, menyebabkan PUK Manggarai memiliki peran lebih dibanding PUK lain,” tambah pria kelahinn 1955 ini.

Lain jalan

Beberapa kereta eksekutif yang harus dicek dan dirawat, dari pagi buta hingga larut malam di PUK ini membuat para awak PUK kerja ekstra. Dengan 21 personil, Andrey harus membagi anggotanya untuk masing-rnasing kereta. Setiap kereta dirawat 4-6 orang, ditambah personil dari mitra kebersihan.

Perawatan interior kereta meliputi pengecekan kursi, toilet dan pengisian air, kebersihan dinding dan kaca kereta, kelancaran AC, lampu, audio video hiburan KATV, dan hal yang berkaitan dengan keindahan dalam kereta. Bagian interior ini lebih menitik beratkan bagaimana membuat penumpang nyaman. Sementara perawatan eksterior menitik beratkan pada kesiapan kereta untuk layak jalan. Pertimbangan utama pada keselamatan penumpang.

“Dari 21 personil, 15 diantaranya ditempatkan di bagian bawah (skowing) karena keselamatan lebih utama,” Ujar Andrey. Eksterior atau biasa disebut skowing terbagi dalam 1 tahap yaitu pengecekkan, penggantian, pengecekan dan laik jalan. Pengecekkan dilakukan di semua badan luar kereta dan rangkaian seperi bogie, excel bogs, per, rem block, dan CB. Termasuk menyusun rangkaian kereta, sehingga secara keseluruhan rem antar kereta menyatu.

Penggantian rem block sering dilakukan oleh PUK Manggarai. Rata-rata dua minggu sekali, tergantung pada kepakemannya. Pengetesannya digunakan alat bernama compresor. Tahap ini untuk menentukan apakah kereta siap untuk dioperasikan atau masih harus diperbaiki. Jika belum siap karena faktor kerusakan berat, maka tugas diserahkan ke bengkel Depo.

“Setelah semua tahapan dilakukan, baru kereta dinyatakan laik jalan. Interior sudah besih dan eksterior juga siap,” jelas Andrey. • DIAN PUJAYANTI

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

 

kereta eksekutif, Semarang, argo muria, argobromo, Manggarai, PUK, Depok

About Redaksi MKA

Check Also

Awas! Hati Hati Hp Anda

Majalah Ka, Edy Sobari, wajahnya tampak kuyu sepulang dari Manggarai, Jakarta. “Hp saya kecopetan lagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *