Home / Jalur KA / Heritage / SARANA PERKERETAAPIAN WAJIB UJI KELAIKAN OPERASI
DSC_0399

SARANA PERKERETAAPIAN WAJIB UJI KELAIKAN OPERASI

SARANA PERKERETAAPIAN WAJIB UJI KELAIKAN OPERASI

Sertifikat yang diterbitkan oleh Pemerintah untuk sarana perkeretaapian adalah bentuk jaminan terhadap kelaikan sarana perkeretaapian tersebut untuk dioperasikan.

 Semua sarana perkeretaapian yang meliputi lokomotif, KRD, KRL, kereta, gerbong dan peralatan khusus yang dioperasikan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian wajib dilakukan pengujian untuk menjamin kelaikan operasi. Pengujian bisa dilakukan oleh Pemerintah atau Badan Hukum/ Lembaga yang terakreditasi. Selain itu, penyelenggara sarana perkeretaapian juga wajib untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan.

“Untuk pengujian sarana perkeretaapian terdiri dari pengujian pertama dan pengujian berkala. Pengujian pertama dilaksanakan pada sarana perkeretaapian baru dan sarana perkeretaapian yang telah mengalami perubahan spesifikasi,” jelas Direktur Sarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Dwi Budi Sutrisno saat jumpa pers di Jakarta,pada pertengahan November 2014.

Sesuai regulasi, lanjut Dwi Budi Sutrisno, pengujian pertama terdiri dari pengujian rancang bangun dan rekayasa serta pengujian statis dan dinamis. Tanda lulus uji untuk pengujian pertama berlaku selama sarana perkeretaapian tersebut tidak mengalami perubahan spesifikasi teknis. Adapun pengujian berkala dilakukan pada sarana perkeretaapian yang telah dioperasikan yang meliputi pengujian statis dan dinamis. Tanda lulus uji untuk pengujian berkala untuk sarana perkeretaapian dengan penggerak masa berlakunya hingga jarak tempuh 162.500 km atau 1 (satu) tahun dan untuk sarana perkeretaapian tanpa penggerak berlaku selama 1 tahun.

“Pelaksanaan pengujian sarana perkeretaapian adalah 30 hari kerja setelah permohonan pengujian disampaikan dan dinyatakan lengkap. Setelah dinyatakan lulus uji, 14 hari kemudian sertifikat dan tanda lulus uji diterbitkan,” papar Dwi Budi Sutrisno.

Tenaga Penguji Masih Kurang

Saat ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian baru memiliki tenaga penguji sarana perkeretaapian hanya berjumlah 31 orang. Sedangkan jumlah sarana perkeretaapian yang saat ini beroperasi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera terdiri dari 293 lokomotif, 927 kereta dengan penggerak, 1.473 kereta tidak dengan penggerak, 2.192 gerbong dan 85 peralatan khusus.

“Dengan jumlah tenaga penguji yang sedikit, pengecekan kita lakukan secara acak atau random. Setiap minggunya semua tenaga penguji harus bekerja berkeliling Jawa dan Sumatera secara rutin,” pungkasnya.

AMAD SUDARSIH

 

 

Regulasi Tentang Standar, Tata Cara Pengujian dan Sertifikasi Kelaikan

Sarana Perkeretaapian

No Regulasi Keterangan
1 Permenhub Nomor PM.13 Tahun 2011 Standar, Tata Cara Pengujian Dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Dengan Penggerak Sendiri
2 Permenhub Nomor PM.14 Tahun 2011 Standar, Tata Cara Pengujian Dan Sertifikasi Kelaikan Lokomotif
3 Permenhub Nomor PM.15 Tahun 2011 Standar, Tata Cara Pengujian Dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Yang Ditarik Lokomotif
4 Permenhub Nomor PM.16 Tahun 2011 Standar, Tata Cara Pengujian Dan Sertifikasi Kelaikan Peralatan Khusus
5 Permenhub Nomor PM.17 Tahun 2011 Standar, Tata Cara Pengujian Dan Sertifikasi Kelaikan Gerbong

 

About Redaksi MKA

Check Also

DSC_1758

Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup

Maut Mengintai, Dua Perlintasan KA Ditutup Penutupan perlintasan sebidang di Rawabuaya ini dilakukan karena sudah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *