Thursday , December 14 2017
Home / Uncategorized / Saya Terpaksa (Suka) Naik Di Loko…

Saya Terpaksa (Suka) Naik Di Loko…

Stasiun Jatinegara
Stasiun Jatinegara

Majalah Kereta Api– Siang itu Stasiun Jatinegara mulai ramai. Maklum hari Jum’at. Selain penumpang rutin yang setiap hari melaju ke Jakarta dari Bekasi, Cikampek, dan sekitarnya, penumpang PJKA (Pulang Jum’at Kembali Ahad) menambah ramai antrian di stasiun. Makin sore penumpang akan terus bertambah. Kereta-kereta ekonomi dan KRL pun selalu dijejali penumpang.

Biarpun berdiri, naik di loko bisa lebih puas menikmati pemandangan. Tapi ini melanggar dan sangat berbahaya bagi keselamatan.

Ternyata bukan hanya di dalam kereta, bordes, pintu masuk, atau atap kereta khususnya KRL yang penuh penumpang, lokomotif pun tak luput dari sasaran.Yang terakhir ini biasanya diserbu menjelang kereta berangkat. Begitu ada tanda-tanda kereta mau meninggalkan stasiun penumpang nakal ini bergegas naik di loko. Mereka berani menanggung bahaya bergelantungan hingga kota tujuan. Bukan hanya ke Bekasi, bahkan ada yang sampai ke Cirebon.

Loko bukan tempat menumpang, itu jelas. Mereka pun tahu hal icu. Karena loko adalah tempat yang difungsikan sebagai pusat kendali dari rangkaian kereta api. Tetapi banyak penumpang yang sengaja menunggu kereta api di ujung peron untuk bisa naik di loko. Ketika kereta api ekonomi diberangkatkan para penumpang dengan enteng melompat naik di loko dengan ber gelantungan tanpa rasa takut.

Mereka ini biasa mangkal di ulung peron, tempat loko biasa berhenti. Beragam alasan dan cerita mereka ungkapkan, yang mengesahkan mereka naik di loko. Eka misalnya, yang hampir setiap hari naik kereta kelas ekonomi Jakarta-Cirebon.

Menurutnya naik di loko terpaksa dilakukan karena keadaan mendesak. “Kadang kereta sudah datang, tapi saya belum sempat beli tiket Sementara kalau nunggu kereta di belakangnya akan lebih lama lagi. Jadi, terpaksa saya naik di loko,” ujarnya sambil membawa tas ransel.

Berbeda dengan Eka, ada juga penumpang yang terpaksa “suka” naik di loko. Sambil duduk menunggu kereta api jurusan Jakarta-Cikampek diperlintasan 4 Stasiun Jatinegara, Dony menuturkan kegemaran naik di loko sudah lama dilakukan.”Itu sejak pertama kali masuk Perguruan Tinggi,” jelas mahasiswa di Jakarta ini.

“Biarpun berdiri, naik di loko bisa lebih puas menikmati pemandangan dari pada di dalam gerbong yang panas. Naik di loko juga lebih murah bahkan tidak bayar dan beli tiket,” ujarnya sambil membeli segelas air mineral di pedagang kaki lima.

Enak Tapi Ngeri

“Enak banget naik di loko, Mbak,” cerita Darman yang pernah naik di loko ketika pertama kali ke Jakarta untuk mencari kerja. Tapi kini ia merasa ngeri. Karena telah berkeluarga dan melihat akibat kecelakaan kereta. Darrnan lebih suka membeli tiket “Cari aman aja loh, Mbak,” jelasnya saat menunggu kereta api Senja Utama di Stasiun Jatinegara bersama isterinya.

Naik di loko jelas beresiko bagi keselamatan. Tapi bukan itu saja, Menurut Dony dan Eka, bahaya yang berat datang dari petugas kerea api. Penumpang yang tidak membeli tiket bisa kena razia dan didenda berlipat apalagi mereka juga naik di loko kereta api. Kesalahannya bertumpuk.

“Naik di loko banyak dilakukan oleh penumpang yang tidak tertib. Mereka jelas melanggar peraturan. Apapun alasan dan pertimbangannya mestinya mereka mengutamakan keselamatan diri sendiri.” ungkap Achmad Fauzi Kepala Stasiun Jatinegara.

Penumpang gelap di loko, berdasar referensi, terjadi sejak lama dan bukan hanya di kereta ekonomi. Majalah Intisari, Mei 1974, sudah menulis pengalaman Rahmat Ali yang naik di loko dari Cirebon—Cikarang. Bahari menulis pengalaman (indo Pos I 8- 04-2006), yang suka naik di loko kereta jurusan Jakarta—Surabaya: Argobromo Anggrek. Gumarang, Sebrani, dan Mutiara sejak lama. • HENNY PUSPITASARI

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

Stasiun jatinegara, kereta ekonomi, jakarta, bekasi, cikampek, jakarta-cirebon, krl, lokomotif

 

About Redaksi MKA

Check Also

Awas! Hati Hati Hp Anda

Majalah Ka, Edy Sobari, wajahnya tampak kuyu sepulang dari Manggarai, Jakarta. “Hp saya kecopetan lagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *