Home / Hot News / SPM 2015
IMG_20150203_133325_1

SPM 2015

Menilik SPM Terbaru 2015

SPM adalah ukuran minimum pelayanan yang harus dipenuhi oleh penyedia layanan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa. Dalam SPM juga harus dilengkapi dengan tolok ukur sebagai pedoman penyelenggaraan dan acuan penilaian kulaitas pelayanan. 

Belum genap setahun, Peraturan Menteri Perhubungan terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) Angkutan Orang dengan Kereta Api kembali direvisi. Permenhub lama Nomor 47 Tahun2014 yang diteken pada tanggal 24 September 2014 (semasa Menhub EE Mangindaan) telah dicabut dengan diterbitkannya PM Nomor 48 Tahun 2015 yang ditandatangani Menhub baru Ignasius Jonan.

Dalam PM Nomor 48 Tahun 2015 telah diatur agar SPM di Stasiun maupun SPM dalam Perjalanan KA paling sedikit mencakup 6 poin yaitu keselamatan, keamanan, kehandalan, kenyamanan, kemudahan dan kesetaraan. Dan untuk menerapkan SPM yang telah ditetapkan, penyelenggara sarana perkeretaapian dan penyelenggara prasarana perkeretaapian wajib menyusun dan menetapkan dokumen penerapan SPM dan Maklumat Pelayanan serta melengkapi fasilitas yang diwajibkan dalam Permenhub baru tersebut.

“Maklumat Pelayanan itu merupakan kesanggupan dan kewajiban penyelenggara sarana perkeretaapian dan penyelenggara prasarana perkeretaapian untuk melaksanakan pelayanan sesuai dengan SPM yang telah ditetapkan. Dan Maklumat Pelayanan ini wajib diumumkan secara jelas dan luas melalui media massa, media sosial, dan publikasi secara langsung,” jelas Direktur Lalu Lintas & Angkutan KA Ditjen Perkeretaapian, Hanggoro Budi Wiryawan saat sosialisasi  SPM di Juanda Railway Center, (25/3/2015).

Soal kompensasi keterlambatan datang di stasiun tujuan pada perjalanan kereta api antarkota, penyelenggara sarana perkeretaapian wajib memberikan minuman dan makanan ringan bila keterlambatan lebih dari 3 jam, dan selanjutnya bila lebih dari 5 jam wajib memberikan kompensasi makanan berat dan minuman.

Bagaimana dengan keterlambatan pada perjalanan KA perkotaan? Apabila terjadi keterlambatan keberangkatan perjalanan terjadwal dari KA perkotaan dalam 30 menit atau lebih, setiap penumpang/ penumpang yang membutuhkan berhak meminta formulir informasi keterlambatan atau surat keterangan keterlambatan KA di stasiun tujuan.

AMAD SUDARSIH

 

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ANGKUTAN ORANG DENGAN KERETA API DI STASIUN

NO JENIS PELAYANAN URAIAN KETERANGAN  
1 Keselamatan  
Informasi dan fasilitas keselamatan lnformasi ketersediaan dan peralatan penyelamatan darurat dalam bahaya (kebakaran, kecelakaan atau bencana alam) Tersedianya alat pemadam kebakaran, petunjuk jalur dan prosedur evakuasi, titik kumpul evakuasi, nomor-nomor  telepon darurat (emergency call).  
Informasi fasilitas kesehatan Informasi ketersediaan dan fasilitas kesehatan untuk penanganan keadaan darurat Tersedianya Perlengkapan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), kursi roda, dan tandu.  
Lampu Penerangan Berfungsi sebagai sumber cahaya di wesel untuk mencegah potensi tindakan kriminal. Diletakkan di lokasi wesel ujung dengan intensitas cahaya 200 – 250 lux.  
2 Keamanan
a. Fasilitas Keamanan Peralatan pencegah tindak kriminal. Tersedia CCTV
b. Petugas Keamanan Orang yang bertugas menjaga ketertiban dan kelancaran sirkulasi pengguna jasa di stasiun. Tersedia petugas berseragam dan mudah terlihat
c. Informasi Gangguan Informasi yang disampaikan kepada pengguna jasa apabila mendapat gangguan keamanan berupa stiker berisi nomor telepon dan/atau SMS pengaduan ditempel pada tempat yang strategis dan mudah dilihat.
d. Lampu Penerangan Berfungsi sebagai sumber cahaya di stasiun untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa. Penerangan dengan intensitas cahaya 200-250 lux
3 Kehandalan/Keteraturan
Layanan penjualan tiket Penjualan dan penukaran tiket kereta api (jumlah loket yang beroperasi disesuaikan dengan calon penumpang dan waktu rata-rata per orang). Khusus untuk KA Antarkota tersedia informasi ketersediaan tempat duduk di loket
4 Kenyamanan
  1. Ruang tunggu
Ruangan/tempat yang disediakan untuk penumpang dan calon penumpang sebelum melakukan check in (ruangan tertutup dan/atau ruangan terbuka). •       Ketersediaan disesuaikan sepanjang lahan memungkinkan

•       Dapat disediakan di luar bangunan stasiun kereta api

•       Khusus untuk stasiun kereta api antar kota

b. Ruang boarding Ruang/tempat yang disediakan untuk orang melakukan verifikasi sesuai dengan identitas diri.
c. Toilet Tersedianya toilet. Ketersediaan disesuaikan sepanjang lahan memungkinkan dan kondisi lingkungan.
d. Mushola Fasilitas untuk melakukan ibadah yang terpadu dengan tempat wudhu. Disediakan tempat duduk bagi penyandang disabilitas untuk melakukan ibadah.
e. Lampu penerangan Berfungsi sebagai sumber cahaya di stasiun untuk memberikan rasa nyaman bagi pengguna jasa. Penerangan dengan intensitas cahaya 200-250 lux.
  1. Fasilitas pengatur sirkulasi udara di ruang tunggu tertutup.
Fasilitas untuk sirkulasi udara dapat menggunakan AC (Air Conditioner), kipas angin (fan) dari/atau ventilasi udara. Suhu dalam ruangan maksimal 27oC.
5 Kemudahan
  1. Informasi pelayanan
Informasi yang disampaikan di stasiun kepada pengguna jasa yang terbaca dan terdengar, sekurang-kurangnya memuat:

ü  denah/layout stasiun

ü  nomor KA, nama KA dan kelas pelayanannya

ü  nama stasiun keberangkatan, stasiun KA pemberhentian dan stasiun KA tujuan beserta jadwal waktunya

ü  tarif KA

ü  peta jaringan KA

ü  ketersediaan  informasi tempat duduk  ka antar kota untuk stasiun yang melayani penjualan tiket

Informasi dalam bentuk audio harus jelas didengar dengan intensitas suara 20 dB lebih besar dari kebisingan yang ada.
  1. Informasi gangguan perjalanan kereta api
Pemberian informasi jika terjadi gangguan perjalanan kereta api. Informasi diumumkan maksimal 30  menit setelah terjadi gangguan
  1. Informasi angkutan lanjutan
Informasi  yang  disampaikan di dalam stasiun kepada pengguna jasa yang terbaca, sekurang-kurangnya memuat:

ü  lokasi dan penunjuk arah angkutan lanjutan

Sesuai dengan ketersediaan  informasi dari angkutan lanjutan
d. Fasilitas layanan penumpang Fasilitas yang disediakan untuk memberikan informasi perjalanan kereta api dan layanan menerima pengaduan Petugas yang memiliki kecakapan bahasa Inggris hanya untuk stasiun-stasiun berpenumpang internasional.
  1. Fasilitas kemudahan naik/turun penumpang
Memberikan kemudahan penumpang untuk naik ke kereta atau turun dari kereta. Untuk stasiun yang tinggi peronnya di bawah lantai kereta yang dilayani, harus disediakan bancik atau peron tidak permanen.
f.  Tempat parkir Tempat untuk parkir kendaraan baik roda 4 (empat) dan roda 2 (dua)
  • Prioritas bagi stasiun antar kota.
  • Untuk stasiun besar akses dari dan menuju stasiun dilengkapi dengan kanopi/atap.
6 Kesetaraan
  1. Fasilitas bagi penumpang difable
Fasilitas yang disediakan untuk penyandang disabilitas. Lift dan/atau eskalator harus disediakan untuk stasiun yang jurnlah lantainya lebih dari 1 lantai.
  1. Ruang ibu menyusui
Ruangan/tempat yang disediakan khusus bagi  ibu menyusui dan bayi.

 

STANDAR PELAYANAN MINIMAL ANGKUTAN ORANG DENGAN KERETA API DALAM PERJALANAN

NO JENIS PELAYANAN URAIAN
1 Keselamatan
  1. Informasi dan fasilitas keselamatan
Informasi ketersediaan dan  peralatan penyelamatan darurat dalam bahaya (kebakaran, kecelakaan atau bencana alam) Tersedia 1 (satu) APAR per kereta dengan ukuran minimal 3 kg, rem darurat, alat pemecah kaca yang mudah terlihat dan dijangkau, petunjuk jalur evakuasi.
  1. Informasi dan fasilitas kesehatan
Informasi ketersediaan dan fasilitas kesehatan untuk penanganan keadaan darurat. Tersedianya perlengkapan P3K.
2 Keamanan
a. Fasilitas pendukung Peralatan untuk memonitor kejadian di dalam kereta. Tersedianya satu CCTV dalam satu rangkaian
  1. Petugas keamanan
Orang yang bertugas menjaga ketertiban dan kelancaran sirkulasi pengguna jasa di stasiun. Minimal 2 (dua) orang petugas dalam 1 (satu) rangkaian KA.
c. Informasi gangguan keamanan Informasi yang disampaikan pengguna jasa apabila mendapat gangguan keamanan berupa stiker berisi nomor telepon dan/atau SMS pengaduan ditempel pada tempat yang strategis dan mudah dilihat. Operator yang menerima dan menindak-lanjuti laporan.
d. Lampu penerangan Lampu penerangan di kereta berfungsi sebagai sumber cahaya untuk membaca dan berkomunikasi. KA Antarkota:

ü  pukul 17.00-22.00: 200 – 300 lux

ü  pukul 22.00-04.00: 60 – 100 lux

KA Perkotaan:

ü  200 – 300 lux

3 Kehandalan/Keteraturan
Ketepatan jadwal kereta api Memberikan ketepatan/ kepastian waktu keberangkatan dan kedatangan KA.
  • Keterlambatan tidak termasuk akibat gangguan selama perjalanan (cuaca dan teknis operasional/ kecelakaan)
  • Kompensasi keterlambatan diberikan kepada penumpang sesuai prosedur;
  • Informasi keterlambatan disampaikan di stasiun antara dan stasiun tujuan
4 Kenyamanan
  1. Tempat duduk dengan konstruksi tetap yang mempunyai sandaran
Tempat duduk merupakan fasilitas untuk pengguna jasa angkutan kereta api untuk duduk di dalam kereta selama dalam perjalanan. Untuk KA Antarkota harus memiliki nomor tempat duduk.
  1. Toilet dilengkapi dengan air sesuai kebutuhan
Toilet berfungsi sebagai tempat untuk buang air dengan ketersediaan air yang cukup selama di dalam perjalanan.
  1. Lampu penerangan
Lampu penerangan di dalam kereta berfungsi sebagai sumber cahaya di dalam kereta untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa angkutan kereta api KA Antarkota:

ü  pukul 17.00-22.00: 200 – 300 lux

ü  pukul 22.00-04.00: 60 – 100 lux

KA Perkotaan:

ü  200 – 300 lux

d. Fasilitas pengatur sirkulasi udara Fasilitas untuk sirkulasi udara dapat menggunakan AC (Air Conditioner), kipas angin (fan) dari/atau ventilasi udara. Dilengkapi dengan alat pengukur suhu ruangan pada setiap kereta
e. Restorasi Fasilitas untuk menunjang kebutuhan pengguna jasa yang hendak makan dan minum. Fasilitas memasak berupa pemanas listrik.
  1. Fasilitas pegangan penumpang berdiri
Fasilitas ini diperuntukkan bagi penumpang berdiri pada KA perkotaan Mudah digapai, kuat dan tersedia minimal 90 buah pada setiap kereta
  1. Rak bagasi
Fasilitas ini diperuntukkan bagi pengguna jasa angkutan kereta api untuk dapat menempatkan barang bawaan di dalam kereta dan dengan aman dan tidak mengganggu penumpang
5 Kemudahan
  1. Informasi stasiun yang akan disinggahi/dilewati secara berurutan
Informasi yang disampaikan untuk mempermudah penumpang yang akan turun di suatu stasiun kereta api (sedang dan akan disinggahi/dilewati)
  1. Informasi gangguan perjalanan kereta api
Isi informasi yang terkait dengan hambatan-hambatan selama dalam perjalanan mengenai:

ü  Gangguan operasional sarana perkeretaapian

ü  Gangguan operasional prasarana perkeretaapian

ü  Gangguan tidak langsung akibat keruwetan operasional

ü  Gangguan alam

  1. Nama/ relasi kereta api dan nomor urut kereta
Ketersediaan nama/ relasi kereta api dan nomor urut kereta, untuk mempermudah penumpang mengetahui nama/ relasi kereta api dan nomor urut kereta. Dilengkapi dengan alat pengukur suhu ruangan pada setiap kereta
6 Kesetaraan
Fasilitas bagi penumpang difable Fasilitas ini berfungsi untuk mempermudah para penumpang difable, yang meliputi penyandang disabilitas, wanita hamil, orang sakit, dan lansia untuk menggunakan angkutan kereta api. Fasilitas prioritas ditempatkan pada ujung kereta kereta dan terdapat informasi mempermudah penumpang.

About Redaksi MKA

Check Also

Lama Dinanti, Akhirnya KRL Jakarta Kota – Tanjungpriok Beroperasi

Lintas Jakarta Kota-Tanjungpriok sejak tahun 2007 sudah diwacanakan untuk beroperasi. Saat itu, bahkan telah diawali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *