Home / Uncategorized / Suatu Hari Naik Kereta Bersama Presiden

Suatu Hari Naik Kereta Bersama Presiden

Presiden SBY
Menjelang kereta berangkat menuju ke Pekalongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbincang sejenak dengan rombongan (foto: Nugi)

Kalau biasanya petugas acuh terhadap penumpang, kali ini hampir seluruh petugas PT Kereta Api tampak sibuk luar biasa. Maklum hari itu ada penumpang kereta api istimewa, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Majalah Ka, Kereta api yang membawa Presiden dan rombongan dijadwalkan berangkat pukul 08.00. Namun, Kamis 12 Juli 2006 itu, Stasiun Gambir, Jakarta. Sejak pukul 05.30 sudah ramai dan bersih. Banyak pejabat PT KA hilir mudik mengatur hajatan khusus ini seorang Presiden naik kereta.

Suasana stasiun pagi itu memang berbeda dengan hari biasa. Pintu masuk utama sebeiah selatan ditutup petugas. Sistem penjagaan di sekitar stasiun bisa dibilang Siaga I. Petugas keamanan ada di berbagai sudut stasiun. Petugas PT. KA tidak kalah repotnya mengatur agar stasiun bersih, rapi, dan aman.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi itu akan melakukan kunjungan kerja ke Pekalongan, dalam rangka HUT ke-59 Koperasi serta peresmian Museum Batik, dengan menggunakan kereta api.

Karena ini perjalanan kenegaraan, lalulintas kereta api diatur sedikit berbeda. Jalur 1 kereta api dikosongkan untuk mengamankan rombongan Presiden. Jalur ini yang akan dipakai kereta presiden dan rambongan. Jalur lain masih digunakan untuk naik turun penumpang. Baik jalur I dan 2 terlihat petugas Paspampres berpakaian hitam lengkap dengan senjata laras panjangnya siap berada lokasi.

KLB Presiden

Menunggu Presiden
Suasana Stasiun Gambir saat menunggu kedatangan Presiden SBY dalam kunjungan ke Pekalongan

Presiden dan rombongan tiba pukul 07.20 di Gambir. Sekitar pukul 07.25 Kereta Api RI  (biasanya disebut Kereta Luar Biasa / KLB Presiden), tiba di jalur I Stasiun Garnbir dengan membawa rangkaian kereta yang sudah dipersiapkan. Begitu kereta datang, petugas Paspampres mengintensifikan keamanan khususnya di kereta yang akan ditempati Presiden. Kereta api yang didominasi cat berwarna putih ini akan membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Bambang Yudhoyono, beberapa Menteri dan istri, serta rombongan bertolak menuju Pekalongan.

KLB ini terdiri dari 2 lokomotif penggerak, 7 kereta penumpang, dan I kereta pembangkit jenis lokomotif yang dipakai adalah CC20326 dan CC20326. Sedang 7 kereta penumpang terdiri dari kereta eksekutif  untuk rombongan Paspampres. Kereta 2 dinamakan kereta Nusantara ditempati Presiden SBY dan istri. Interior dari kereta ini memang didesain secara khusus untuk melayani Presiden RI. Kereta Bali digunakan untuk para Menteri beserta istrinya yang ikut, seperti Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangaan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Agama, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mentri Negara Koperasi dan UKM, Menteri Negara BUMN, dan Menteri Negara Perumahan Rakyat.

Kereta 4 dikenal sebagai Kereta Toraja yang berisikan Pejabat Tinggi Negara beserta istrinya. Selanjutnya kereta Restorasi Kerota Api, yang khusus menangani perbekalan rombongan selama perjalanan kereta api menuju Pekalongan dan balik lagi ke Jakarta.

Dua kereta penumpang lain adalah kereta Eksekutif I dan Eksekutif 2 untuk para tamu undangan beserta wartawan yang ikut dalam kunjungan kerja Presiden ke Pekalongan. Kereta ini mirip dengan kereta eksekutif biasa layaknya kelas Argo.

Dirut PT. Ka
Ronny Wahyudi, Direktur Utama PT. Kereta Api (persero) beserta jajaran Direksi, turut mendampingi perjalanan presiden SBY, diatas Kereta Api Luar Biasa (KLB) RI 1

Tepat pukul 07.27 Presiden yang mengenakan pakaian batik khas Pekalongan berwarna coklat beserta Ibu Negara tiba dijalur I Satsiun Gambir dan Iangsung masuk kereta. Di dalam kereta, Presiden SBY duduk disamping Ibu Negara. Menjelang kereta berangkat, Presiden SBY berjalan mengunjungi setiap kereta untuk menyapa dan berjabat tangan dengan para rombongan. Dirut PT. KA Ronny Wahyudi ikut menemani dan menyapa rombongan. Kereta ini juga membawa pejabat dan direksi PT.KA. Selain Direktur Utama, tampak juga Direktur Operasional, Kasubdit Lalulintas, Kasubdit Pemasaran Angkutan Penumpang serta jajaran direksi lain.

Pukul 07.30 KLB Presiden berangkat meninggalkan Stasiun Gambir. Pengawalan selama perjalanan menuju Pekalongan terasa sangat ketat. Di setiap stasiun sepanjang Jakarta-Pekalongan dikawal banyak petugas keamanan dari TM, POLRI rnaupun pegawai PT.KA Kondisi Siaga I seperti ini diberikan di sepanjang jalur perjalanan kereta api menuju Pekalongan. Termasuk di pintu-pintu perlintasan.

Kereta yang menggunakan 4 masinis ini melaju dengan cepat membawa rombongan Kepresidenan. Dari jendela terlihat antusias warga di sekitar rel untuk melihat kereta yang membawa rombongan Presiden. Di setiap stasiun yang dilewati, para petugas yang berjaga-jaga memberi hormat. Warga sengaja menunggu di sekitar rel sambil melambaikan tangan dengan bendera Merah Putih.

Perjalanan yang menempuh waktu 4,5 jam ini, Presiden dilayani Prama dan Prami dari Restorasi Kereta Api (Reska). Di kereta Nusantara. sampan pagi Presiden diurus oleh 5 Prama dan I Prami.Hidangan di dalam KA yang disajikan juga sesuai dengan standar hotel berbintang.

Rombongan Presiden tiba di Stasiun Pekalongan pukul 12.00 disambut oleh Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD dan anggota Muspida Provinsi Jawa Tengah. SeIanjutnya, Presiden didampingi Gubernur Jawa Tengah dan rombongan bertolak menuju rumah dinas Walikota Pekalongan.

Usai menikmati jamuan makan, Presiden dan rombongan Iangsung menuju Lapangan Mataram, Pekalongan, untuk memperingati Hari Koperasi Ke-59. Warga Pekalongan tampaknya sudah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Presiden. Masyarakat antusias meneriakkan nama SBY sambil melambaikan tangan. Di sepanjang jalan juga banyak bendera Merah Putih yang berkibar dan spanduk bertuliskan “Selamat Datang SBY di Kota Pekalongan”.

Usai peringatan Hari Koperasi dan peresmian Museum Batik. Presiden dan rombongan menuju Stasiun Pekalongan untuk pulang ke Jakarta. Pukul 17.10 menit  Presiden dan rombongan menuju Jakarta kembali, menggunakan KLB yang dilepas pejabat setempat.

Kereta Api RI I tiba di Stasiun Gambir pukul 21.05 Iebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Begitu Presiden dan rombongan meninggalkan Stasiun Gambir, para pejabat kereta api tersenyum lega dan bersalaman. Hari itu usai sudah tugas mereka mempersiapkan hajatan penting. Direktur Utama PT. KA, Ronny Wahyudi tersenyum puas dan menyatakan rasa syukur bisa melayani “penumpang” istimewa kali ini.”Satu minggu sebelum keberangkatan sudah dipersiapkan segala sesuatunya, dan mulai jalan rel, sinyal, sampai pintu perlintasan” ujar Ronny Wahyudi yang ditemui usai mengantar Presiden dan rombongan di pintu keluar Stasiun Gambir.

Hari itu memang sudah selesai orang  kereta api melayani Presidennya dan  hari-hari selanjutnya adalah melayani penumpang biasa yang setia menggunakan kereta api. • HENNY PUSPITASARI

Sumber: Majalah Ka, Edisi 01/Agustus 2006, “Masa-masa Jaya Kereta Api”; PT Ilalang Sakti Komunikasi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pekalongan, Dirut KA, Stasiun Gambir, Hari Koperasi, Museum Batik, SBY

 

About Redaksi MKA

Check Also

Awas! Hati Hati Hp Anda

Majalah Ka, Edy Sobari, wajahnya tampak kuyu sepulang dari Manggarai, Jakarta. “Hp saya kecopetan lagi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *