Catatan Pinggir Rel Majalah KA Edisi 44, Maret 2010
Saat Gairah Tiba… 2010-03-10 18:43:57 Oleh: Mas Soegeng
Jika ada yang bertanya, kapan dunia
kereta api kita bergairah ? Jawabannya ; tahun 2010 inilah saat-saat
perkeretaapian kita mengalami gairah, gejolak dan bersemangat. Setidaknya ada
sesuatu yang bergerak ke depan di kereta api. Lebih bergairah dibanding tahun
lalu, misalnya.
Kabar baik sepertinya mengalir tanpa
kendat. Anak perusahaan PT KA, PT Heritage pimpinan Ella Subaida sudah mulai
memamerkan wilayah-wilayah heritage. Ada Lawang Sewu, Dayang Kesambi, Stasiun
Kota maupun kantor PT KA Pusat di Bandung
yang bisa dieksplorasi keindahan dan keunikannya. Bulan April nanti malah akan meluncurkan
wahana wisata kereta baru yang disebut Sukabumi Heritage Railway Tour.Menyusul semakin diminatinya KA Uap Jaladara
yang meluncur di jalan raya Slamet Riyadi, Solo.
Yang paling penting, per 1 Maret, PT KA
meningkatkan pelayanan di 10 ka eksekutif yakni Argowilis, Argojati,
Argodwipangga ( d/h Taksaka Malam), Argo Anggrek, Gajayana dan Bima. Beberapa
daerah mulai giat menggalakkan KRD menyusul kesuksesan Prameks. Beberapa
stasiun mulai dibenahi dan dibuat cantik. Banyak stasiun besar, tak lagi
menarik uang bagi penumpang yang mau ke toilet. Toilet gratis ini sudah dimulai
dua tahun lalu oleh Café Bale Manganti, salah satu group KATV, di Ruang Tunggu
Eksekutif Stasiun Solo Balapan, Stasiun Tugu Yogya dan di Madiun.
PT KA bersiap menyambut kedatangan
lokomotif seri CC 205 dari Canada.
Sementara GE bergabung dengan Dephub dan Inka yang biasa mensuplai seri CC 201,
203 dan 204, bikin kejutan membuat loko
seri CC 300 khusus untuk menarik kereta ekonomi (K3). Menyambut banjirnya loko
ini, Balai Yasa Pengok di Yogya, akan dijadikan pusatnya dan kabarnya akan
dikunjungi Presiden Amerika Barrack Obama.
Dunia maya juga dipenuhi para pecinta
kereta api yang makin menggila. Sejak pagi sebelum matahari terbit, sudah
bermunculan puluhan status di facebook tentang kereta api. Kisah hobi mereka
memotret kereta, memantau kereta sampai mewartakan setiap kereta yang dinas di depan
mata mereka. Muncul nama-nama aktivis railfans seperti Agus Umansyah, Prasetyo
Muhammad, Sandhi Setya Pratama, Galoeh Kaerel Commuter, Syaeful Hartono, Rizky
Argo Jati, Asep Tea, Armi Farhana, Ricky vanhouten, Muhamad Silmi, Budi Susilo,
Arief Cahyadi, Deden Supriyatno, Muhamad Toha, Praminto Nugroho, Rendra Habibi,
Egief alias Juragan Tahu dan seabreg nama-nama aneh yang selalu blusukan di rel
kereta.
Salah satu pecinta kereta api dunia, Rob
Dickinson memastikan datang ke Indonesia
bulan Juli bersama rombongan untuk naik lokouap tebu DI Jawa Tengah dan loko
uap BB52 di Ambarawa.
Ada kabar, Museum
Ambarawa sedang dibenahi agar mampu menggaet banyak pengunjung. Beberapa pihak
yang sedang naksir merintis kea rah sana
adalah PT Heritage, PT Kereta Wisata, Group Jaladara dan KATV Group. Siapapun
pemenangnya, wilayah itu tentu akan lebih bergairah. Tiga loko uapMuseum
Taman Mini rencana direhab untuk dioperasionalkan di beberapa daerah untuk
meramaikan wisata kereta di tanah air setelah Ambarawa, Padang, dan Solo. Selentingan menyebut, bagi
yang ingin mengelola loko uap di jalur gedung tua Stasiun Kota Jakarta akan
diberi prioritas.
Penambahan sarana dan prasarana
ditingkatkan, antara lain penambahan KRDI di ebrbagai wilayah, termasuk Di
Medan, Sumatera Utara dengan diluncurkannya KRDI Sri Lelawangsa 2 unit yang
menempuh jarak 79m kam anara Medan-Belawan, Medan - -Binjai dan Medan –
Bukittinggi. KA Senja Utama Kediri diluncurkan setelah suksesnya KA bangunkarta
menjadi KA Eksekutif Bangunkarta.
Yang paling baru dari semua itu adalah
rencana Pemda DKI yang akan membuat jalur MRT ( Mass Rapit Transit) seperti
halnya kereta di Singapore. Kali ini , Pemda menggandeng pihak swasta untuk
menjalankannya sebagai operator. Kalau ini terjadi, maka Undang Undang No. 23
Tentang Perkeretaapian yang memberi peluang swasta untuk mengelola kereta api
di Indoensia akan menambah gairah dunia perkeretaapian di Indonesia.
Proyek besar ditawarkan pemerintah
antara lain Pembangunan jaringan KA di Kalimantan Tengah senilai Rp 13 triliun,
proyek KA rute Bandara yang pernah gagal ditawarkan lagi senilai Rp 8 triliun
untuk meramaianBandara Soekarno
Hatta-Manggarai.
Aktivitas dalam waktu bersama
inilah yang memberi kesan bergairah, meski banyak program sebenarnya sekedar
me-refreshing ; memberi perhatian lebih dan bekerja lebih fokus, lebih serius. Tapi
okelah, ini lebih baik daripada membiarkan pelayanan apa adanya. Ambil contoh
pelayanan di kereta kelas eksekutif ( K1). Sejak dulu sudah ada pelayanan
restorasi, ada petugas kebersihan gerbong dan toilet, ada kondektur dan tehnisi
kereta, namun itu baru pelayanan apa adanya, karena melayani baik atau buruk
pun kurangdiawasi, selain tak ada sangsi tegas.
Tapi, mulai 1 Maret 2010 ini, jangan
main-main. Direksi sudah memprogramkan bulan dimulainya Pelayanan Baru KA
Eksekutif. Sebab jika direksi PT KA serius,mitra kerja yang ada di atas KA kedapatan tidak bisa menjaga nama baik
PT KA akan disingkirkan. Sebab, kata Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur
Komersiel PT KA, banyak mitra PT KA belum mampu menunjukkan kualitas pelayanan
yang mempresentasikan PT KA.
Pelayanan baru KA Eksekutif
nantinya akan disamakan dengan Pelayanan Baru di Argogede yang sudah diterpakan
sejak Agustus 2009 lalu. Nanti, akan ada Manager On Duty ( MOD) yang dirangkap
oleh kondektur. Tugas kondektur tidak hanya memeriksa tiket. Tapi bertanggung
jawab seceara keseluruhan atas kepuasan penumpang, termasuk menerima keluhan.
Keluhan lama di K1 tentang toilet bau dan tak ada air nanti akan diatasi dengan
ditempatkannya satu orang OTC ( On Train Cleaning) di setiap kereta atau
seorang petugas OTC mengelola 2 toilet di satu kereta ( gerbong penumpang).
Restorasi juga dibenahi dengan
menunjukkan menu dan harga makanan dan minuman yang selama ini sering tak
diberikan penumpang. Untuk memberi kenyamanan penumpang, dipasang colokan untuk
charger HP merk Nokia, Sony Erickson dan Samsung. Pemandangan lain adalah,
sebelum dan sesudah kereta berangkat dan sampai, para prami yang akan diberi
seragam sama di semua kereta, harus melakukan boqrding positions. Yakni berdiri
di pintu kereta, menyambut dan mengucapkan terimakasih kepada penumpang yang
naik turun.
Bagaimana dengan keamanan yang
selama ini cukup rawan di K1 ? Kita akan tempatkan 2 orang polsus di setiap
perjalanan ka, ujar Hussein W, VP Pemasaran Angkutan Penumpang yang menargetkan
kenaikan penumpang tahun 2010 ini. Target inilah yang akan digenjot lewat
pelayanan baru di KA Eksekutif. Di Argolawu, kabarnya, atas inisiatif Daop
setempat, telah dipasang CCTV agar setiap kejahatan di atas ka bisa terpantau
dan memutus rantai masalah pencurian di ka eksekutif selama ini.
Inilah gairah baru yang ada di
lingkungan kereta api. Tapi gairah aktivitas tak bisa berhenti di situ. Dalam
bentuk komunikasi apapun, disiplin, profesionalisme dan pengawasan menentukan
suatu keberhasilan atau sebaliknya. Perihal pelayanan di kereta api, khususnya
di atas kereta api, pengawasan menjadi kelemahan yang utama. Benar apa
sinyalemen Dirkom bahwa mitra PT KA yang bertugas di atas kereta api belum siap
mewakili PT KA. Petugas restorasi, OTC, operator KATV bukan pegawai PT KA.
Apakah mereka siap mewakili citra yang digariskan PT KA ? Kepentingan pelayanan
PT KA bisa terwakilipara mitra ini jika
pengawasan baik yang dilakukan kondektur sebagai Manager On Duty berjalan
secara serius dan profesional,s elain adanya SPM ( Standar Pelayanan Minimum).
Tanpa itu mustahil ada kualitas pelayanan berkelanjutan.
Benar bahwa kondektur yang
tadinya bertugas memeriksa tiket, sekarang harus menjadi orang pertama kepada
siapa penumpang bertanya, mengeluh dan mencari solusi. Apakah kondektur siap
untuk tugas semua itu ? Kalau kondektur berhenti di tengah jalan dan diganti
kondektur baru, apakah ia siap dengan beban kondektur sebelumnya ? Dan siapa
yang mengawasi kondektur ini dalam setiap tugas ? Sedikit lengah pengawasan
terhadap kondektur, pelayanan yang sudah dibangun akan berantakan. Sedikit saja
kondektur yang tidak tegas membuat semua niat baik pelayanan malah menjadi cercaan.
Apakah kondektur siap untuk
tidak menerima uang dari penumpang gelap tanpa tiket ? Apakah kondektur siap
menolak penumpang siapapun juga tanpa tiket yang naik ke kereta atau membuat
penumpang lain tidak nyaman ? Apakah kondektur siap mengatasi problem selama
perjalanan yang menyangkut keluhan soal ac, restorasi, kebersihan toilet, suara
tv, kursi yang rusak, pintu otomatis yang selalau terbuka maupun soal pencurian
?
Kalau jawaban para kondektur
siap, sebagai penumpang kereta, kita tentu bisa bernafas lega. Sebaliknya, jika
kondektur sebagai kapten perjalanan tidak menunjukkan sikap tegas dan
perofesional, sungguh kasihan para pejabat yang punya niat memajukan pelayanan
kereta api ini.................