Beranda | Tentang Kami | Railfans | Forum | Jadwal KA | Aktifitas | Kerjasama | Distributor Jumat, 10 September 2010
Katalog Majalah
Katalog Buku
Berlangganan Majalah
Pasang Iklan
Galeri
Berita Terbaru
Kumpulan Artikel
Kontak Kami
Catatan Pinggir Rel

07 June 2010
Perempuan Yang Berjalan Di Atas Rel
Oleh: Mas Soegeng
Catatan Pinggir Rel Majalah KA Edisi 47, Juni 2010 »»»

Thumbnail Gallery
Catatan Pinggir Rel Majalah KA Edisi 44, Maret 2010
Saat Gairah Tiba…
2010-03-10 18:43:57
Oleh: Mas Soegeng

Jika ada yang bertanya, kapan dunia kereta api kita bergairah ? Jawabannya ; tahun 2010 inilah saat-saat perkeretaapian kita mengalami gairah, gejolak dan bersemangat. Setidaknya ada sesuatu yang bergerak ke depan di kereta api. Lebih bergairah dibanding tahun lalu, misalnya.

Kabar baik sepertinya mengalir tanpa kendat. Anak perusahaan PT KA, PT Heritage pimpinan Ella Subaida sudah mulai memamerkan wilayah-wilayah heritage. Ada Lawang Sewu, Dayang Kesambi, Stasiun Kota maupun kantor PT KA Pusat di Bandung yang bisa dieksplorasi keindahan dan keunikannya. Bulan April nanti malah akan meluncurkan wahana wisata kereta baru yang disebut Sukabumi Heritage Railway Tour.   Menyusul semakin diminatinya KA Uap Jaladara yang meluncur di jalan raya Slamet Riyadi, Solo.

Yang paling penting, per 1 Maret, PT KA meningkatkan pelayanan di 10 ka eksekutif yakni Argowilis, Argojati, Argodwipangga ( d/h Taksaka Malam), Argo Anggrek, Gajayana dan Bima. Beberapa daerah mulai giat menggalakkan KRD menyusul kesuksesan Prameks. Beberapa stasiun mulai dibenahi dan dibuat cantik. Banyak stasiun besar, tak lagi menarik uang bagi penumpang yang mau ke toilet. Toilet gratis ini sudah dimulai dua tahun lalu oleh Café Bale Manganti, salah satu group KATV, di Ruang Tunggu Eksekutif Stasiun Solo Balapan, Stasiun Tugu Yogya dan di Madiun.

PT KA bersiap menyambut kedatangan lokomotif seri CC 205 dari Canada. Sementara GE bergabung dengan Dephub dan Inka yang biasa mensuplai seri CC 201, 203 dan 204,  bikin kejutan membuat loko seri CC 300 khusus untuk menarik kereta ekonomi (K3). Menyambut banjirnya loko ini, Balai Yasa Pengok di Yogya, akan dijadikan pusatnya dan kabarnya akan dikunjungi Presiden Amerika Barrack Obama.

Dunia maya juga dipenuhi para pecinta kereta api yang makin menggila. Sejak pagi sebelum matahari terbit, sudah bermunculan puluhan status di facebook tentang kereta api. Kisah hobi mereka memotret kereta, memantau kereta sampai mewartakan setiap kereta yang dinas di depan mata mereka. Muncul nama-nama aktivis railfans seperti Agus Umansyah, Prasetyo Muhammad, Sandhi Setya Pratama, Galoeh Kaerel Commuter, Syaeful Hartono, Rizky Argo Jati, Asep Tea, Armi Farhana, Ricky vanhouten, Muhamad Silmi, Budi Susilo, Arief Cahyadi, Deden Supriyatno, Muhamad Toha, Praminto Nugroho, Rendra Habibi, Egief alias Juragan Tahu dan seabreg nama-nama aneh yang selalu blusukan di rel kereta.  

Salah satu pecinta kereta api dunia, Rob Dickinson memastikan datang ke Indonesia bulan Juli bersama rombongan untuk naik lokouap tebu DI Jawa Tengah dan loko uap BB52 di Ambarawa.

Ada kabar, Museum Ambarawa sedang dibenahi agar mampu menggaet banyak pengunjung. Beberapa pihak yang sedang naksir merintis kea rah sana adalah PT Heritage, PT Kereta Wisata, Group Jaladara dan KATV Group. Siapapun pemenangnya, wilayah itu tentu akan lebih bergairah. Tiga loko uap Museum Taman Mini rencana direhab untuk dioperasionalkan di beberapa daerah untuk meramaikan wisata kereta di tanah air setelah Ambarawa, Padang, dan Solo. Selentingan menyebut, bagi yang ingin mengelola loko uap di jalur gedung tua Stasiun Kota Jakarta akan diberi prioritas.  

Penambahan sarana dan prasarana ditingkatkan, antara lain penambahan KRDI di ebrbagai wilayah, termasuk Di Medan, Sumatera Utara dengan diluncurkannya KRDI Sri Lelawangsa 2 unit yang menempuh jarak 79m kam anara Medan-Belawan, Medan - -Binjai dan Medan – Bukittinggi. KA Senja Utama Kediri diluncurkan setelah suksesnya KA bangunkarta menjadi KA Eksekutif Bangunkarta.

Yang paling baru dari semua itu adalah rencana Pemda DKI yang akan membuat jalur MRT ( Mass Rapit Transit) seperti halnya kereta di Singapore. Kali ini , Pemda menggandeng pihak swasta untuk menjalankannya sebagai operator. Kalau ini terjadi, maka Undang Undang No. 23 Tentang Perkeretaapian yang memberi peluang swasta untuk mengelola kereta api di Indoensia akan menambah gairah dunia perkeretaapian di Indonesia.

Proyek besar ditawarkan pemerintah antara lain Pembangunan jaringan KA di Kalimantan Tengah senilai Rp 13 triliun, proyek KA rute Bandara yang pernah gagal ditawarkan lagi senilai Rp 8 triliun untuk meramaian  Bandara Soekarno Hatta-Manggarai.

Aktivitas dalam waktu bersama inilah yang memberi kesan bergairah, meski banyak program sebenarnya sekedar me-refreshing ; memberi perhatian lebih dan bekerja lebih fokus, lebih serius. Tapi okelah, ini lebih baik daripada membiarkan pelayanan apa adanya. Ambil contoh pelayanan di kereta kelas eksekutif ( K1). Sejak dulu sudah ada pelayanan restorasi, ada petugas kebersihan gerbong dan toilet, ada kondektur dan tehnisi kereta, namun itu baru pelayanan apa adanya, karena melayani baik atau buruk pun kurangdiawasi, selain tak ada sangsi tegas.

Tapi, mulai 1 Maret 2010 ini, jangan main-main. Direksi sudah memprogramkan bulan dimulainya Pelayanan Baru KA Eksekutif. Sebab jika direksi PT KA serius,  mitra kerja yang ada di atas KA kedapatan tidak bisa menjaga nama baik PT KA akan disingkirkan. Sebab, kata Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Komersiel PT KA, banyak mitra PT KA belum mampu menunjukkan kualitas pelayanan yang mempresentasikan PT KA.

Pelayanan baru KA Eksekutif nantinya akan disamakan dengan Pelayanan Baru di Argogede yang sudah diterpakan sejak Agustus 2009 lalu. Nanti, akan ada Manager On Duty ( MOD) yang dirangkap oleh kondektur. Tugas kondektur tidak hanya memeriksa tiket. Tapi bertanggung jawab seceara keseluruhan atas kepuasan penumpang, termasuk menerima keluhan. Keluhan lama di K1 tentang toilet bau dan tak ada air nanti akan diatasi dengan ditempatkannya satu orang OTC ( On Train Cleaning) di setiap kereta atau seorang petugas OTC mengelola 2 toilet di satu kereta ( gerbong penumpang).

Restorasi juga dibenahi dengan menunjukkan menu dan harga makanan dan minuman yang selama ini sering tak diberikan penumpang. Untuk memberi kenyamanan penumpang, dipasang colokan untuk charger HP merk Nokia, Sony Erickson dan Samsung. Pemandangan lain adalah, sebelum dan sesudah kereta berangkat dan sampai, para prami yang akan diberi seragam sama di semua kereta, harus melakukan boqrding positions. Yakni berdiri di pintu kereta, menyambut dan mengucapkan terimakasih kepada penumpang yang naik turun.

Bagaimana dengan keamanan yang selama ini cukup rawan di K1 ? Kita akan tempatkan 2 orang polsus di setiap perjalanan ka, ujar Hussein W, VP Pemasaran Angkutan Penumpang yang menargetkan kenaikan penumpang tahun 2010 ini. Target inilah yang akan digenjot lewat pelayanan baru di KA Eksekutif. Di Argolawu, kabarnya, atas inisiatif Daop setempat, telah dipasang CCTV agar setiap kejahatan di atas ka bisa terpantau dan memutus rantai masalah pencurian di ka eksekutif selama ini.

Inilah gairah baru yang ada di lingkungan kereta api. Tapi gairah aktivitas tak bisa berhenti di situ. Dalam bentuk komunikasi apapun, disiplin, profesionalisme dan pengawasan menentukan suatu keberhasilan atau sebaliknya. Perihal pelayanan di kereta api, khususnya di atas kereta api, pengawasan menjadi kelemahan yang utama. Benar apa sinyalemen Dirkom bahwa mitra PT KA yang bertugas di atas kereta api belum siap mewakili PT KA. Petugas restorasi, OTC, operator KATV bukan pegawai PT KA. Apakah mereka siap mewakili citra yang digariskan PT KA ? Kepentingan pelayanan PT KA bisa terwakili  para mitra ini jika pengawasan baik yang dilakukan kondektur sebagai Manager On Duty berjalan secara serius dan profesional,s elain adanya SPM ( Standar Pelayanan Minimum). Tanpa itu mustahil ada kualitas pelayanan berkelanjutan.

Benar bahwa kondektur yang tadinya bertugas memeriksa tiket, sekarang harus menjadi orang pertama kepada siapa penumpang bertanya, mengeluh dan mencari solusi. Apakah kondektur siap untuk tugas semua itu ? Kalau kondektur berhenti di tengah jalan dan diganti kondektur baru, apakah ia siap dengan beban kondektur sebelumnya ? Dan siapa yang mengawasi kondektur ini dalam setiap tugas ? Sedikit lengah pengawasan terhadap kondektur, pelayanan yang sudah dibangun akan berantakan. Sedikit saja kondektur yang tidak tegas membuat semua niat baik pelayanan malah menjadi cercaan.

Apakah kondektur siap untuk tidak menerima uang dari penumpang gelap tanpa tiket ? Apakah kondektur siap menolak penumpang siapapun juga tanpa tiket yang naik ke kereta atau membuat penumpang lain tidak nyaman ? Apakah kondektur siap mengatasi problem selama perjalanan yang menyangkut keluhan soal ac, restorasi, kebersihan toilet, suara tv, kursi yang rusak, pintu otomatis yang selalau terbuka maupun soal pencurian ?

Kalau jawaban para kondektur siap, sebagai penumpang kereta, kita tentu bisa bernafas lega. Sebaliknya, jika kondektur sebagai kapten perjalanan tidak menunjukkan sikap tegas dan perofesional, sungguh kasihan para pejabat yang punya niat memajukan pelayanan kereta api ini.................


Edisi Terbaru

Link

Beranda | Tentang Kami | Railfans | Forum | Jadwal KA | Aktifitas | Kerjasama | Distributor
Copyright© 2009 majalahka.com - powered by: cyberionmedia.com
171086