Home / Salam KA / Catatan Pinggir Rel / Welcome Back To Perth

Welcome Back To Perth

WELCOME BACK TO PERTH!

Hubungan baik dengan Railfan asal Australia membawa berkah bagi Majalah KA. Setelah tiga tahun lalu Majalah KA diundang liputan khusus perkeretaapian di Perth Australia, akhir tahun 2014, Majalah KA kembali diundang mengunjungi lagi Perth.Welcome back to Perth.

 

Suatu kebanggaan untuk Majalah KA, karena bisa berkunjung kembali ke negeri Kangguru yang bersih, nyaman dan indah. Perwakilan dari Reporter Majalah KA, Sendy Prasetya pun kembali meliput sistem transportasi terutama Kereta Api di sana. Sangat menyenangkan bisa merasakan transportasi di Kota Perth yang bersih dan bebas polusi.

Jumat 12 Desember 2014 menjadi hari yang paling menyenangkan bepergian ke Perth. Keberangkatan berawal dari Bandara Soekarno Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia B777-300. Keberangkatan pada pukul 13.55 WIB menuju Denpasar, Bali terlebih dahulu. Karena mendapat penerbangan yang transit, tidak menjadi masalah untuk kru Majalah KA. Perjalanan ditempuh selama 1 setengah jam hingga akhirnya pukul 15.30 waktu setempat pesawat yang saya tunggangi landing dengan mulus di landasan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Ketika tiba di bandara, kru pun bergegas menuju Pintu 1 Internasional untuk transit pesawat. Setelah pemeriksaan yang sangat ketat, akhirnya memasuki ruang tunggu sembari memandangi banyaknya “burung besi” dari balik jendela kaca yang amat lebar. Keberangkatan dari Denpasar menuju Perth ditempuh dalam waktu 4 jam. Pukul 19.00 waktu setempat merupakan keberangkatan menggunakan maskapai yang sama dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Internasional Perth. 4 jam lamanya d iatas awan, akhirnya pukul 22.50 waktu Perth pesawat mendarat dengan mulus di landasan Bandara Internasional Perth. Turun dari pesawat dan dilakukan pemeriksaan, akhirnya saya pun berhasil menuju pintu keluar bandara dan bertemu rekan yang merupakan warga asli Australia.

Selama 2 minggu, saya pun diajak kembali berkeliling kota Perth yang indah ini. Menggunakan kereta komuter Transperth membuat saya teringat kembali 3 tahun lalu pertama kali menginjakan kaki di tanah Australia. Saya pun sangat senang akhirnya bisa memiliki Kartu Multi Fungsi (Kartu SmartRider) untuk digunakan setiap naik angkutan umum. Dengan harga yang relatif terjangkau, Kartu SmartRider yang dimiliki Transperth ini membuat saya mudah berkeliling kemanapun tanpa sering mengeluarkan biaya.

Kemudian mengunjungi pulau yang sangat menawan dan merupakan pulau daya tarik wiasatawan lokal dan asing. Ya, Pulau Rottnest. Terharu dan bahagia akhirnya pulau yang saya impikan bisa terwujud. Laut yang bersih, pasir yang putih dan bukit yang menjulang tinggi, membuat saya pun merasa tak percaya jika sudah berada di pulau ini. Berenang pun tak mau ketinggalan bagi saya untuk mencoba dinginnya air laut dengan batu karang bercampur pasir putih yang terlihat dari pantulan sinar matahari yang terik. Banyak pengunjung yang tak mau ketinggalan untuk berendam di laut karena cuaca saat itu sangat terik dengan suhu 39 derajat celcius. Setelah mencelupkan diri ke laut, saya pun menaiki kereta yang berusia tua mirip tram. Heran bin ajaib, kereta tersebut masih tetap berjalan mulus dengan kecepatan 20 km/j menaiki bukit menuju museum Bukit Oliver.

Sudah terlanjur di negeri Kangguru tak lengkap rasanya untuk membelikan oleh-oleh titipan rekan-rekan yang berada di Jakarta. Beruntung sekali saya berkunjung setiap Natal tiba, karena harga semua barang didiskon besar-besaran. Setelah asik berbelanja, saya pun berkunjung kembali ke beberapa tempat yang belum pernah saya kunjungi. Biasanya, saya diantar oleh rekan yang tinggal di Perth, namun saya pun memberanikan diri untuk mencoba menaiki transportasi di Perth dan sekitarnya.

Cukup heran, karena saya sempat mencoba beberapa kali berkeliling Kota Perth menggunakan bus yang benar-benar gratis. Ya, bis berlogo Transperth CAT (Kucing) ini merupakan angkutan bus gratis bagi siapa saja yang ingin mencobanya. Ada beberapa CAT BUS yang mengelilingi Kota Pert, yaitu Yellow Cat, Blue Cat, Red Cat dan Green Cat. Yang ingin menggunakan bus gratis tersebut, bisa melihatnya di buku saku yang berada di stasiun kereta, maupun di terminal bus yang bergambar kucing hitam.

Dua minggu saya menyicipi seluruh area kota Perth dan sekitarnya, hingga akhirnya pada tanggal 27 Desember 2014 saya pun bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Rasa rindu yang tak terbendung, membuat saya ingin kembali ke kota ini. Disiplin, tepat waktu, saling menghargai dan keramah tamahan warganya membuat semangat saya untuk menjalankannya di negara tercinta Indonesia.

SENDY PRASETYA

 

About Redaksi MKA

Check Also

Loket Tiket KRL Bakal Diganti Commuter Vending Machine

Tanggal 28 Desember 2015 menjadi sejarah dalam sistem ticketing KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *